Kuliah Perdana Program MM UTY Angkatan Januari 2013

Prof Imam Ghozali sedang menyajikan materi

Banyak penelitian ilmiah yang dihasilkan oleh universitas belum dapat diterapkan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih luas. Hal itu disebabkan oleh kurang memahaminya para peneliti terhadap kebutuhan masyarakat. Di satu sisi masyarakat membutuhkan teknologi terapan yang mudah diaplikasikan untuk meningkatkan produktifitas atau mempermudah menyelesaikan suatu pekerjaan. Di sisi lain para peneliti di universitas cenderung berpikir bahwa penelitian merupakan upaya untuk meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, dan berpikir bahwa penelitian yang bermutu adalah yang menggunakan dasar-dasar ilmu pengetahuan yang tinggi atau menggunakan teknologi canggih. Selain itu kebanyakan motivasi para dosen dalam melakukan penelitian adalah untuk memenuhi kebutuhan administratif, misalnya untuk kenaikan pangkat, ungkap Dr. Tri Gunarsih, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Teknologi Yogyakarta pada acara Kuliah Perdana Program MM UTY Senin 28 januari lalu di Kampus 1 UTY.

Kuliah perdana tersebut menghadirkan Prof. Imam Ghozali, M.Com, yang membahas tentang metodologi dan manfaat penelitian, dan Prof. Arifin, M.Com.(Hons.), Akt. Ph.D yang membahas tentang Good Corporate Governance. Keduanya merupakan guru besar dari Universitas Diponegoro Semarang.

Dalam kesempatan itu Imam Ghozali mengungkapkan bahwa sudah menjadi fenomena umum di perguruan tinggi bahwa dosen yang aktif meneliti jumlahnya masih relatif sedikit. Oleh karena itu ia mendorong dan memotivasi para dosen dan mahasiswa untuk lebih giat melakukan penelitian dengan memberikan gambaran berbagai manfaat yang dapat diperoleh baik bagi dirinya, maupun masyarakat luas. Dalam paparannya ia menyampaikan detail langkah-langkah, pemilihan masalah yang diteliti, dan metodologi penelitian serta hal-hal yang terkait. Ia menyarankan para dosen dan mahasiswa program MM UTY untuk lebih dekat dengan masyarakat dalam rangka untuk lebih memahami kebutuhan masyarakat. Sehingga jika kemudian melakukan penelitian dapat mengkaji masalah baik yang bersifat sosial, teknik, biologis, ekonomis, dan lain-lain yang benar-benar dialami masyarakat, dan kemudian dapat memberikan temuan solusi yang tepat dan sederhana.

Sementara itu Arifin memaparkan Peran Manajemen Dan Akuntan Dalam Menegakkan Prinsip Good Corporate Governance (GCG). Ia menyampaikan bahwa lemahnya praktik GCG di berbagai negara pada umumnya disebabkan adanya kondisi-kondisi obyektif yang relatif sama yaitu adanya hubungan yang erat antara pemerintah dan pelaku bisnis, konglomerasi dan monopoli, proteksi, dan intervensi pasar sehingga terjadi malpraktik di bidang keuangan dan membuat mereka tidak siap memasuki era globalisasi dan pasar bebas.

Arifin menjelaskan bahwa GCG merupakan suatu pengaturan pola hubungan atau tata kelola antara stakeholders dari suatu perusahaan, yang terdiri dari organ pemegang saham, komisaris, direksi, komite-komite dan stakeholders lainnya, dengan berprinsip pada transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran.

Menurut Arifin kegagalan perusahaan-perusahaan bukan karena buruknya rumusan tata kelola, tetapi lebih banyak disebabkan oleh kurangnya komitmen dan implementasi dari apa yang dirumuskan. Selain jalannya perusahaan yang sehat, penerapan GCG juga akan akan menghasilkan informasi yang dapat dijadikan gambaran dalam pengambilan keputusan, memperoleh modal, dan meyakinkan stakeholders.

Keterangan Gambar :

1. Prof. Arifin, M.Com.(Hons.), Akt. Ph.D menerima kenang-kenangan dari UTY yang diserahkan oleh Dr. Tri Gunarsih, MM usai presentasi
2. Prof Imam Ghozali, M.Com Sedang Menyajikan Materi