Home | Biro

Universitas Teknologi Yogyakarta - Pengajian Akbar Ustadz Yusuf Mansur di UTY

Dalam diri kita ada potensi yang mengajak ke atas dan potensi ke bawah, ke kanan dan ke kiri, ke depan dan ke belakang, kata Ustadz Yusuf Mansur mengawali tausiahnya pada Pengajian Akbar dan Peletakan Batu Pertama Masjid Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) di Kampus 1 UTY Minggu 14 juli 2013. Pengajian tersebut diisi oleh Ustad yusuf Mansur, Syaikh M.Thoha Imam Masjid Nabawi Madinah Al Munawwaroh, dan Prof.Dr. Ir. Muhammad Nuh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ustadz yusuf Mansur menggambarkan potensi ke atas sebagai potensi yang mengajak kepada hal-hal yang baik misalnya, rajin, suka bersedekah, berbuat baik, tekun beribadah dan sebagainya. Sebaliknya potensi ke bawah merupakan gambaran potensi untuk menuju hal-hal yang tidak terpuji misalnya malas, kikir, berbuat jahat dan sebagainya. Pertanyaannya adalah kemanakah potensi yang akan kita ikuti, kata Ustadz Yusuf Mansur kepada para jamaah.

Ia menggambarkan orang yang memiliki potensi / kebiasaannya selalu jujur, meskipun orang itu ingin tidak jujur tetap saja tidak bisa berbohong. Sebaliknya orang yang punya kebiasaan ngomongin kejelekan orang, maka kalau satu hari saja tidak ngomongin orang, rasanya harinya masih ada yang kurang. Celakanya jika kejelekan orang lain sudah tak ada maka kejelekan atau aib sendiri atau keluarga yang kemudian dibuka-buka.

Potensi jelek dan baik terus melakukan tarik-menarik dalam diri kita. Masalahnya bagaimana kita bisa memenangkan potensi baik terhadap potensi jelek kita, tandas Ustadz Yusuf Mansur. Ia mencontohkan tarik menarik Qur’an dengan Twitter, BBM, Facebook, yang banyak dialami kalangan remaja saat ini. Jika perbandingan posisi Qur’an dengan BBM dan sejenisnya sudah mencapai 80:20, maka meskipun ada sinyal BBM, Facebook dll, kalau remaja itu sedang baca Quran maka sinyal HPnya akan diabaikan.

Ia menjelaskan bahwa potensi tidak baik bisa dihilangkan dengan membiasakan hal-hal yang baik. Bulan Romadlon merupakan bulan yang tepat untuk mendidik kebiasaan dengan mengubah ritme kegiatan. Kegiatan beribadah yang banyak dilakukan di bulan romadlon diantaranya sholat berjamaah yang dirasakan ringan, gemar bersedekah, bangun malam untuk sahur, sholat subuh dilanjutkan tadarus, i’tikaf dan sebagainya, tentunya akan menjadi menjadi kebiasaan baik. Sehingga 30 hari beribadah di bulan Romadlon sudah seharusnya dapat membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari di bulan-bulan selanjutnya. Untuk itu ia mengajak kepada para jamaah untuk bertekad untuk mengubah kebiasaan hidup di bulan-bulan setelah bulan Romadlon, seperti pada saat bulan Romadlon. Bagaimanapun tanda-tanda diterimanya amal ibadah bulan Romadlon adalah adanya peningkatan kadar ibadah setelah bulan Romadlon.

Dalam kesempatan itu Syaikh M.Toha menyampaikan banyak ayat dan hadits yang berkaitan dengan keutamaan bersedekah dan fadilah membangun masjid. Dengan khas bacaan seorang imam di Masjid Nabawi ia membacakan ayat ayat suci Al Qur’an diantaranya adalah surat Al Baqoroh ayat-ayat awal. Ia menyampaikan bahwa Al Qur’an merupakan petunjuk dari bagi orang-orang yang hendak bertakwa. Yaitu orang-orang yang percaya kepada yang ghaib, yang mendirikan sholat, da mendermakan rezekinya. Ia juga menyampaikan bahwa orang-orang yang bangun malam, orang-orang yang menginfakkan hartanya, akan mendapatkan pahala berupa syurga yang tidak pernah dan tidak bisa mereka sangkakan bentuknya seperti apa. Oleh karena itu ia mengajak para jamaah untuk menginfakkan harta yang kita cintai. Ia menyampaikan pula bahwa di akhirat nanti orang banyak yang minta waktu barang sedikit saja, untuk kembali ke dunia untuk bisa menginfakkan hartanya. Namun hal itu merupakan suatu kemustahilan. Sehingga ia juga mengajak para jamaah untuk mau berinfak sebelum terlambat / mati yang tidak diketahui kapan terjadinya. Ia menegaskan bahwa Alloh menjanjikan pahala yang besar bagi orang-orang yang bersedekah.

Sedangkan berkaitan dengan masjid, ia menyampaikan bahwa masjid merupakan tempat orang-orang bertaqwa, sehingga masjid merupakan tempat terbaik di bumi ini. Terpujilah orang-orang yang bisa membangun masjid. Dari hadits ia menyebutkan bahwa termasuk orang yang beriman adalah mereka yang membangun fisik masjid, gemar membaca Al Qur’an, sholat, dan memakmurkan masjid. Menukil sebuah hadist ia mnyampaikan bahwa ada 7 golongan yang nantinya akan mendapat perlindungan dari teriknya matahari di hari akhir, salahsatunya adalah orang yang hatinya selalu dekat dengan masjid. Dan diantara keutamaan orang yang membaca Al Qur’an di Masjid, Alloh akan memberikan ketenangan hidup, disebutkan namanya nanti di Yaumil Akhir, dan hidupnya penuh barokah.

Keterangan gambar :

  1. Ustadz Yusuf Mansur, Menteri Pendidikan RI, Syaikh M. Thoha, Rektor UTY, Ketua Yayasan, Koordinator Kopertis V DIY, Dewan Penyantun UTY dan Rektor UNY di acara Pengajian Akbar UTY
  2. Ustadz Yusuf Mansur menyampaikan tausiahnya
  3. Syaikh M Thoha sedang menyampaikan tausiah dibantu oleh seorang penterjemah bahasa
  4. Lebih dari 8000 jamaah menghadiri pengajian akbar UTY
  5. Menteri Pendidikan RI memberikan sambutan
 
Kampus I, Jalan Ringroad Utara, Jombor, Sleman 55285 | Kampus II, Jalan Glagahsari No.63 Umbulharjo, Yogyakarta 55164 | Kampus III, Jalan Prof. Dr. Soepomo, S.H. No.21 Janturan, Umbulharjo, Yogyakarta 55165
Copyright © 2013 Universitas Teknologi Yogyakarta · RSS · Designed by UTY ICT CENTER