MAN I KEBUMEN HEBOH

 

Sabtu, 26 Oktober 2013 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) I Kebumen heboh. Mereka kedatangan rombongan tamu dari mahasiswa dan dosen  Program Studi Bahasa Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Tamu diundang sebagai penyampai materi dan demo seni tradisional Jepang. Acara yang dikemas dalam format workshop Pengenalan Seni Budaya Jepang tersebut merupakan rangkaian kegiatan menyambut Bulan Bahasa 2013. Kepala MAN I Kebumen manyatakan bahwa acara ini dilaksanakan untuk memberi wawasan kepada para siswa tentang budaya tradisional Jepang, ’Salah satu hal yang bisa kita peajari dari bangsa Jepang adalah bahwa Jepang merupakan negara yang sangat maju dalam bidang ilmu dan teknologi tetapi tetap setia menjaga tradisinya” kata Kepala MAN I Kebumen dalam kata sambutannya.

Ada empat seni tradisional Jepang yang dikenalkan kepada para siswa yang menyambut dengan sangat antusias acara tersebut, yaitu Ikebana, Origami, Chanoyu, dan Yosakoi. Ikebana adalah seni merangkai bunga khas Jepang. Seni yang sudah berusia ribuan tahun ini mengajarkan tentang salah satu cara manusia menyatu dengan alam, kesabaran dan toleransi terhadap perbedaan. Dengan bimbingan para mahasiswa Prodi Bahasa Jepang UTY, para siswa tampak asyik mempraktekan cara merangkai bunga khas Jepang ini.

Disamping  Ikebana, seni tradisi lain yang diajarkan adalah Origami atau seni melipat kertas. Dengan ketrampilan ini, kertas berbentuk segi empat bisa diubah ke dalam berbagai macam bentuk yang menarik untuk dilihat. Para siswa MAN sudah mengenal beberapa bentuk dasar, dan, dipandu oleh para mahasiswa dan dosen UTY, mereka mendapatkan pengenalan bentuk-bentuk lanjutan yang menarik dan lebih menantang.

Seni tradisi ketiga yang dikenalkan kepada para sswa MAN I Kebumen adalah Chanoyu (upacara minum teh). Upacara in sudah ada sejak abad ke sembilan dan di banyak kesempatan masih dilaksanakan di Jepang hingga kini. Pengenalan Chanoyu di MAN I Kebumen dipandu langsung oleh Ibu Teti Indriati, S.S., M.Pd. yang pernah mengikuti pelatihan khusus Chanoyu di Jepang selama satu tahun.

Acara workshop selanjutnya ditutup dengan penampilan para mahasiswa UTY menari Yosakoi. Tari yang menggabungkan gerak tari tradisional Jepang dengan musik modern ini merupakan tarian yang sangat popular dan sering ditampilkan di berbagai kesempatan. Penampilan atraktif para mahasiswa UTY saat menari Yosakoi mendapat sambutan meriah dari para siswa yang sejak awal acara tak beranjak dari lokasi workshop.

Setelah mengikuti acara, para siswa menyatakan ketertarikan mereka untuk lebih mengenal dan mempelajari seni tradisi Jepang. Menyambut antusiasme para siswanya ini pihak sekolah merencanakan untuk kembali bekerja sama dengan UTY menyelenggarakan acara sejenis baik dengan cara mengundang UTY ke MAN I Kebumen maupun dengan mengunjungi kampus UTY di Yogyakarta. Ketua rombongan UTY, Ibu Novia Russilawatie, S.S., M.Pd, menyambut keinginan MAN I Kebumen dan menyatakan kesediaan UTY untuk bekerja sama, tidak hanya dalam penyelenggaraan event seperti ini namun juga kerja sama dalam berbagai bidang yang lain. (ESH)

Tagged with