Seminar HMJM : Service Quality Strategy

 

Pelanggan yang loyal kini dipercayai oleh banyak perusahaan sebagai aset yang sangat berharga.  Perusahaan dapat memperoleh aset berupa pelanggan yang loyal tersebut jika mampu memberikan value (nilai) bagi pelanggan yang berupa produk, pelayanan, sistem, atau sesuatu yang bersifat emosi. Sedangkan mulai tahun 1980-an kualitas pelayanan (service quality) telah menjadi trend perhatian para pengelola bisnis seiring dengan meningkatnya trend kesadaran bahwa kualitas produk tidak menjamin terpeliharanya competitive advantage suatu perusahaan. Bahkan kini banyak perusahaan berusaha membangun strategi pelayanan berkualitas untuk memenangkan pasar.      

Sejalan dengan semakin pentingnya membangun strategi kualitas pelayanan kepada pelanggan untuk memenangkan pasar, maka bertempat di kampus 2 UTY Jl. Glagahsari 63 Yogyakarta, Sabtu 21 Desember 2013 Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi (FITB) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY)menyelengarakan seminar bertajuk “Quality Service Strategy” dengan pembicara Ferri Irawan, owner Magrove Grafindo sebuah perusahaan jasa digital printing yang terbesar di Yogyakarta.

Thomas Aquino Ketua Panitia Seminar tersebut menyampaikan bahwa dipilihnya  owner Mangrove Gravindo tersebut sebagai narasumber karena dalam beberapa tahun terakhir perusahaan printing di Jogja menjamur sangat marak. Di tahun 2000 an lalu barangkali baru ada satu – dua perusahaan digital printing di Jogja. Namun saat ini jumlahnya sudah sangat banyak, sehingga persaingan pasarnya kini sangat tajam. Dalam kondisi ini perusahaan yang kalah dalam strategi pasti akan tersisih.  Dan Mangrove Gravindo telah membuktikan meskipun muncul belakangan akan tetapi dapat berkembang pesat, dan masuk dalam kategori perusahaan terbesar di Yogyakarta.

            Dalam kesempatan itu Ferri menjelaskan bahwa pelayanan kepada konsumen adalah yang paling utama dalam mempertahankan loyalitas pelanggannya saat ini.  Berdasarkan pengalamannya ia menyampaikan bahwa kualitas layanan yang baik akan memberikan dampak ikatan emosional antara perusahaan dan konsumen.Dalam mengelola bisnis ia berprinsip bahwa kesuksesan seorang bisnis tidak hanya dilihat dari seberapa besar keuntungan yang di dapatkan, namun lebih pada faktor seberapa besar manfaat yang kita berikan dengan keberadaan bisnis/perusahaan tersebutbaik kepada konsumen maupun lingkungan.

Ferri juga menyampaikan bahwa isu mengenai lingkungan saat ini sedang hangat dibicarakan. Ia mengakui bahwa limbah hasil digital printingsulit didaur ulang, sehingga akan memiliki dampak yang merusak lingkungan. Pada saat ini telah ada teknologi yang dikembangkan untuk memproduksi bahan baku yang mudah didaur ulang dan ramah lingkungan, namun banyak perusahaan yang terkendala dengan mahalnya harga dari teknologi tersebut, tambah Ferri.

Dalam kesempatan itu Ferrimemaparkan berbagai isu yang uptodate mengenai industry digital printing dan potensinya dalam masa digital sekarang. Menururtnya pada era digital ini masih banyak dibutuhkan cetak dalam bentuk fisik, meskipun jumlah demand-nya berkurang dan perusahaan printing semakin banyak. Namun ia tetap optimis dengan menggunakan strategi pelayanan yang berkualitas, dan selalu kreatif dan inovatif, diantaranya dengan mulai merambah ke kemasan produk, tambah Ferri.

Thomas Aquino mengungkapkan bahwa paparan pengalaman mengelola bisnis digital printing yang berkembang pesat dengan persaingan yang sengit serta gambaran strategi pelayanan yang berkualitas tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa peserta seminar untuk melengkapi pengetahuan yang telah didapat di bangku kuliah.

Keterangan gambar

1. Para mahasiswa Manajemen UTY mengikuti seminar Quality Service Srtategy

2. Ferri Irawan menyampaikan paparan di FITB UTY.