Donor Darah HMTI UTY : Berbagi Bantu Sesama

Di sela berbagai kegiatan yang bersifat akademis, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mengadakan serangkaian kegiatan sosial. Pada hari Senin 24 Februari 2014 HMTI UTY menyelenggarakan aksi sosial ‘Donor Darah Massal’ bagi Mahasiswa, Dosen dan Karyawan UTY.  Kegiatan sosial ini merupakan rangkaian dari kegiatan sosial di panti asuhan yang diselenggarakan pada tanggal 16 Februari 2014 lalu, ungkap Lukman Fauzi selaku Ketua Panitia.  
Menurut Lukman, kegiatan donor darah kali ini yang sebenarnya sudah direncanakan jauh-jauh hari dan merupakan program kerja HMTI tersebut, memiliki makna tersendiri karena Jogja sedang sangat membutuhkan darah akibat dari hujan abu letusan Gunung Kelud. Sebagaimana yang dilansir Tribun Jogja tanggal 24 Januari 2014, Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta, Harris Usman Syarif mengatakan bahwa letusan Gunung Kelud 14 Februari 2014 lalu telah berdampak pada minimnya stock darah di PMI Kota Yogyakarta. Hal itu dikarenakan sejumlah kegiatan donor darah yang terpaksa dibatalkan selama beberapa hari lalu saat Jogja diselimuti abu. Oleh karena kebutuhan darah tetap berjalan terus, maka stock darah menjadi minim, bahkan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta sampai kehabisan stock.
Lukman menyampaikan bahwa diadakannya acara donor darah tersebut sebagai wujud kesadaran berbagi untuk bantu sesama. Aksi donor darah kali ini, dikemas berbeda dengan donor darah pada umumnya, karena sebelum kegiatan donor diselenggarakan acara seminar, yang mengupas manfaat dari donor darah.
Dalam paparan pada seminar tersebut, dr. Noor Edy Hidayatullah dari PMI Kota Yogyakarta menyampaikan bahwa kebutuhan darah di PMI Kota Yogyakarta sebanyak 100 – 150 kantong sehari. Jumlah tersebut digunakan untuk melayani kebutuhan dari Rumah Sakit Negeri / Swasta se DIY dan Jateng Selatan yang berjumlah sekitar 80 Rumah sakit. Noor Edy  menjelaskan bahwa mereka yang membutuhkan darah diantaranya mereka yang kehilangan darah atau komponen darah missal karena operasi, melahirkan atau kecelakaan.  Bantuan donor darah juga dibutuhkan oleh mereka yang menderita penyakit yang menyebabkan kehilangan darah/ komponen darah misalnya malaria, demam berdarah, gagal ginjal dll. Selain itu juga dibutuhkan oleh mereka yang menderita kelainan darah misalnya anemia dan talassemia.
Setiap orang yang akan mendonorkan dar harus diperiksa dan diyakinkan kesehatannya.  Dalam satu kantong darah 350 cc dapat diolah menjadi Whole Blood (WB), Packed Red Cell (PRC), Trombosit (TC), Fresh Frozen Plasma (FFP), Fresh Plasma, dan lain-lain, dll. jelas Noor Edy. Ia menyampaikan betapa sangat penting dan sangat berharganya setetes darah bagi yangmemerlukannya. Setetes darah adalah menyelamatkan jiwa orang lain. Dan setetes keihlasan mengukir senyum kebahagiaan. Untuk itu Noor Edy  mengajak para peserta seminar untuk dapat menyelamatkan lebih banyak lagi jiwa dnegan donor darah.

Keterangan Gambar

1. Dr. Noor Edy Hidayatullah bersama Panitia dari HMTI UTY usai seminar

2. Mahasiswa UTY sedang Donor Darah.