D3 Bhs Jepang UTY: Kurikulum Relevan, Lulusan Cepat Kerja.

Sebagaimana diakui oleh dunia, negara Jepang kini menjadi negara maju yang tersohor karena perkembangan teknologinya. Produk-produk teknologi dari Jepang telah merambah dan bahkan menguasai dunia. Oleh karena itu maka banyak permintaan tenaga kerja untuk bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang atau bekerja di negara Jepang.  Untuk bisa memasuki dunia kerja di Jepang maka tentunya harus menguasai bahasa Jepang yang memiliki keunikan tersendiri baik dari bentuk tulisan maupun tatabahasanya. Keunikan tersebut akan sulit digantikan dengan software-software translate yang populer selama ini termasuk google. Proses pembelajaran bahasa Jepang, harus dilakukan melalui proses pembelajaran tatap muka.
Meskipun permintaan SDM yang menguasai bahasa Jepang tersebut relatif tinggi, namun sampai saat ini jumlah perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan bahasa Jepang masih langka.  Dari hasil penelusuran dari Prodi bahasa Jepang UTY beberapa waktu lalu, para alumni Prodi bahasa Jepang UTY rata-rata cepat memperoleh pekerjaan. Peluang kerja mereka terbuka luas untuk bekerja pada sektor formal dan non formal, diantaranya sebagai guru, instruktur, penerjemah lisan dan tertulis, staff di perusahaan, pemandu wisata, konsultan bahasa Jepang, dan lain-lain.
Diantara para alumni yang terdata adalah Prima Wilaksono, Partiyah, dan Nugroho Arifianto lulusan semester genap 2012 lalu. Ketiganya kini bekerja di LPK Iroha  yang merupakan Lembaga Pelatihan Kerja yang mengirim tenaga kerja ke Jepang dengan jumlah terbesar di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di LPK Prima tersebut, Wilaksono menjabat sebagai manajer, Partiyah sebagai instuktur tetap, dan Nugroho Arifianto instruktur sekaligus sebagi staff admisi.
Keberhasilan para alumni tersebut tidak telepas dari upaya Prodi Bahasa Jepang UTY dalam menselaraskan relevansi kurikulum dengan kebutuhan tenaga kerja. Teti Indriati Kastuti, SS,M.Pd Kaprodi Bahasa Jepang UTY menyampaikan bahwa program D3 Bahasa Jepang Univeritas Teknologi Yogyakarta menetapkan bidang kompetensi sebagai 1) Pramuwisata, 2) Koresponden, 3) Instruktur, 4) Front office, 5) Wirausahawan. Upaya pengembangan kurikulum dilakukan oleh Program Studi D3 Bahasa Jepang dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan yang mempunyai keahlian praktis bahasa Jepang di bidang kewirausahaan, perkantoran, dan pariwisata. Selain itu juga dimaksudkan untuk menjadikan Program Studi D3 Bahasa Jepang sebagai program studi yang berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam berkontribusi pada pembangunan regional dan nasional. Dalam mewujudkan keberhasilan pelaksanaan kurikulum berikut evaluasinya, Program Studi D3 Bahasa Jepang melakukan Tracer Study bagi lulusan dengan kajian bagaimana profil lulusan dan bagaimanakah lifeskill dan materi kuliah yang diperoleh lulusan selama kuliah terhadap pekerjaan, tambah Teti.
Keterangan gambar

1. Wilaksono dan Arifianto Nugroho di Kantor LPK

2. Partiyah sedang mengajar di depan para mahasiswa