Company Visit D3 Akuntansi UTY: Belajar Akuntansi dan CSR ke Pabrik Teh Sosro

Bermaksud untuk belajar aplikasi Akuntansi dan Corporate Social Responsibility (CSR), Prodi D3 Akuntansi Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), akhir Desember 2014 melakukan kunjungan industri ke PT. Sinar Rekso Indonesia (Pabrik Teh Sosro) Semarang Jawa Tengah.  Selama kunjungan sebanyak 109 mahasiswa yang didampingi oleh Kaprodi Akuntansi, Dra. Lilis Endang Wijayanti,M.Si, Akt,CA dan dosen pembimbing Sekar Akrom Faradiza, SE., M.Sc., Akt, CA tersebut, sangat antusias menyimak paparan dari Ibu Ussy dan Ibu Prisca dari Humas Pabrik Teh Sosro dari awal hingga akhir. Paparan yang disajikan baik berupa foto-foto, video, maupun kunjungan langsung tersebut.

Dalam bidang akuntansi, para mahasiswa belajar tentang akuntansi biaya dengan pengamatan langsung pada proses produksi, serta  belajar sistem akuntansi untuk penjualan dan penerimaan uang. Dengan penjelasan dari praktisi sekaligus melihat proses produksinya mahasiswa akuntansi UTY memperoleh gambaran nyata jenis-jenis biaya berikut aliran biaya produksinya. Secara detail dijelaskan jenis biaya dan aktifitas pada bahan baku teh dari kebun sampai siap menjadi bahan baku produksi teh botol, aktifitas di departemen pembersihan botol, aktifitas  pembuatan air teh, aktifitas pencairan gula, aktifitas pencampuran air teh dengan gula, dan aktifitas packaging sampai produk siap didistribusikan.  Selain belajar akuntansi biaya, mahasiswa UTY juga mendapatkan paparan yang jelas tentang sistem penjualan teh botol dengan distribusi hampir ke seluruh Indonesia.  Penjelasan sangat lengkap juga diberikan terkait dengan sistem penerimaan uang dan aspek-aspek biaya yang terkait diantaranya biaya distribusi, dan biaya pemasaran. Dengan penjelasan tersebut para mahasiswa mendapat gambaran nyata yang sangat bermanfaat dalam menguatkan teori yang telah diperoleh di bangku kuliah.

Sedangkan berkait dengan Program CSR, dalam kesempatan itu Prisca menjelaskan secara rinci mengenai pengelolaan limbah sebagai salah satu kegiatan CSR. Lebih lanjut Prisca menyampaikan bahwa Pabrik Teh Sosro mempunyai dua jenis limbah, yaitu limbah padat dan limbah cair. Limbah padat berupa botol bekas dan ampas teh.  Ampas teh diolah menjadi kompos/pupuk, sedangkan botol bekas diberikan masyarakat sekitar untuk dimusnahkan. Hasil penjualan kompos tersebut sepenuhnya digunakan untuk dana CSR.  Adapun limbah cair berupa teh yang tidak lulus uji, diolah dan ditampung di kolam sebagai media pemeliharaan ikan yang kemudian dialirkan keluar pabrik dalam keadaan bersih dan tidak mencemari lingkungan, jelas Prisca.