Dulu Dokter Biasa, Kini Dokter Yang Marketer

Menjadi Dokter dengan pekerjaan rutin mendiagnosa pasien dan memberi obat, baginya belum cukup. Menurutnya seorang Dokter harus memiliki differensiasi, dengan cara memiliki ilmu lain diluar ilmu kedokteran,kata dr. Edy Raharjo, Sp.S., MM Alumni Program Magister Manajemen (MM) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), yang kini menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Islam Hidayatullah Yogyakarta dan Rumah Sakit Pura Raharja Medika Kulonprogo, dalam acara Kolokium dan Temu Alumni Program MM UTY beberapa waktu lalu di Kampus 1 UTY.

Untuk memperluas kompetensinya  dr Edy Raharjo mendalami ilmu manajemen khususnya marketing. Dengan penuh keyakinan ia menyampaikan bahwa dulu ia merupakan Dokter biasa, sekarang ia merupakan Dokter yang Marketer.Ia menyampaikan bahwa pilihan studi pada Program MM UTY didasarkan ketertarikannya kepada UTY karena melihat kokohnya Kampus UTY saat terjadi gempa hebat di Yogyakarta pada tahun 2006 lalu. Saat itu ia menyimpulkan bahwa pasti ada yang kokoh dalam pengelolaan / manajemen UTY. Sehingga pada tahun 2006 itu pula, ia mantap mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Program MM UTY. Dan iapun lulus dengan Thesis Bidang Marketing, yang dibimbing Prof. Bambang Hartadi, Ph.D, MM, CPA, CA., kenang Dokter Edy Raharjo yang saat masuk MM UTY sudah menjadi Dokter Spesialis Syaraf di RS Dr Sardjito Yogyakarta.

Dari hasil kuliah di MM UTY ia menjadi lebih sadar marketing, dengan melakukan perenungan serta analisa, segmentasi, dan positioning setiap saat.Selain itu, ruh marketing juga terus mengalir dalam pengelolaan manajemen di dua Rumah Sakit yang ia kelola. Yakni dengan me-manage excellence services yang didasari upaya memahami perilaku dan kebutuhan konsumen, serta melakukan branding. Ia bersyukur dengan ruh marketing dan pelayanan prima selama ini,menjadikan kedua Rumah Sakit yang dikelolanya berkembang sangat pesat,  tambah dokter Edy.

dr Edy Raharjo menambahkan, setelah lulus MM UTY, ia merasa lebih berani untuk melakukan differensiasi. Diantaranya menempatkan alat modern dan mahal di Rumah sakitnya di Kulonprogo yang ekonomi masyarakatnya masih rendah. Serta membangun instalasi limbah justru di depan Rumah Sakit. Dua hal itu, oleh teman-temannya disebut ide ‘gila’.  Namun hasilnya sungguh luar biasa. Pemasaran dengan word of mouth dari pasien pedesaan yang puas dengan pelayanan prima, alat canggih dan biaya murah tersebut, menjadikan pasien berbondong-bondong datang tidak hanya dari Kulonprogo, diantaranya dari Purworejo, Kebumen, Banyumas, Wonosobo, Temanggung, dan Magelang. Dengan konsep silaturahmi dan beramal, banyak pasien yang hadir dan  memberikan kebahagiaan tersendiri bagi dr Edy, karena dia bisa melayani dengan cakupan yang luas. Saat ini ia sedang membangun gedung berlantai lima untuk melayani pasien yang terus meningkat di Kulonprogo, ungkap dr. Edy

Selain dr. Edy Raharjo, MM.,Sp.S dalam acara tersebut juga menghadirkan pembicara lain yakni Guppiyanto Susilo, AMK, SE, MM (Tenaga Kesehatan Teladan Nasional) dan Dewi Nur Indahsari Esti Rahayu,S.Si, MM (Presenter RBTV Yogyakarta). Keduanya juga alumni Program MM UTY.