Mhs Arsitektur UTY, Kaji Waterfront Park Singapura

Terdorong keinginan untuk belajar penataan kawasan waterfront (kawasan pertemuan antara daratan dengan perairan: laut, sungai, danau atau rawa), M. Zaka Hekmatyar mahasiswa Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang saat ini sedang studi 6 bulan di Malaysia dalam Program Student Exchange UTY ke Universiti Malaysia Pahang, secara khusus mempelajari Woodlands Waterfront Park Singapura yang berada di perbatasan Johor Bahru Malaysia – Singapura.

Zaka menyampaikan bahwa pengolahan fisik Woodlands Waterfront Park di Singapura merupakan kawasan yang sangat menarik, yakni berupa taman pesisir sepanjang 1,5 km, menghadap ke arah Johor Bahru Malaysia. Woodland Waterfrontmemiliki fasilitas taman seluas 11 hektar. Fasilitas tersebut difungsikan untuk aktivitas hiburan/rekreasi yang berupa Event Space, Picnic Garden, Playground untuk berbagai usia, Scenic Trails, Venues for events, Carpark, Shelters, Look-out points, Fitness corner / stations & fitness equipment/ exercise station, Cycling track, Admiralty Park (mangrove), dan jetty sepanjang 400 m untuk memancing.

Penataan ruang kawasan Woodlands Waterfront Park Singapura tersebut dirancang secara integrated dengan fasilitas transportasi pendukungnya, yaitu dihubungkan dengan Mass Rapid Transit (MRT), sebuah sistem angkutan cepat yang membentuk tulang punggung sistem perkeretaapian di Singapura yang membentang ke seluruh kota. Hubungan antar titik-titiknya juga dipertegas dengan prasarana jalan dan sarana transportasi yang mendukung, serta fasilitas pelayanan wisata, rumah makan dan fasilitas lainnya dengan desain-desain bangunan yang konsisten.

Dari hasil kajiannya, Zaka menyampaikan bahwa Konsep Woodsland waterfront Singapura dirancang untuk menata distrik di tepian air dengan zonasi komplek bangunan sejarah/budaya, edukasi, perkantoran, industri, perdagangan, jasa dan hiburan/rekreasi. Zonasi hiburan tersebut telah menjadi gerbang yang sangat mengagumkan. Sehingga orang yang masuk ke Singapura akan mendapat kesan pertama yang luar biasa terhadap Singapura dari pintu gerbang tersebut.

Zaka menyampaikan bahwa kesempatan belajar langsung ke objek bangunan dan kawasan di luar negeri, menjadi momentum yang sangat berharga untuk menambah ilmu dan wawasan pemikiran dalam merancang desain bangunan dan kawasan di Indonesia nantinya.

Keterangan gambar

M. Zaka Hekmatyar di Singapura