Arsitek Profesi Mulia, Dinamis dan Ambisius

Banyaknya pembangunan yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar baik alami maupun  buatan, telah menjadi fenomena di Indonesia, bahkan masterplan kawasan yang dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum sering dilanggar oleh developer. Hal itu diungkapkan Ir. H. Munichy B. Edrees, M.Arch, IAI, AA, Ketua Ikatan Arsitek Indonesia dalam acara seminar bertajuk “Menuju Arsitek Profesional”, di kampus 2 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Sabtu, 24 Januari 2015. Untuk itu arsitek profesional harus bisa memahami keinginan klien sekaligus memperhatikan lingkungan. “Arsitek profesional merupakan profesi mulia karena harus melestarikan lingkungan, bukan sebagai kepanjangan tangan klien”, tandas Munichy.

Lebih lanjut Munichy mengingatkan agar mahasiswa arsitektur tidak sekedar mengikuti desain para arsitek ternama tanpa mengenal konteks dan lingkungan lahan yang dibangun. Dari pengalamannya mengajar selama puluhan tahun di beberapa universitas, ia mengungkapkan bahwa kebanyakan mahasiswa arsitektur hanya terpaku untuk mendesain bangunan agar nampak indah dan unik, padahal desain dari mahasiswa tersebut kurang cocok bagi lingkungan jika dari tinjauan beragam aspek, sehingga Munichy menyebut hal ini sebagai ‘tidak memanusiakan manusia’, yang sebenarnya memiliki 4 unsur yaitu biologis, psykis, sosial, dan akal budi.

Selain itu, Munichy juga memberi saran bagaimana mendesain bangunan yang ramah dengan lingkungan sekitar, tidak sekadar membuat desain yang menjadi landmark namun menimbulkan kesan kurang ramah terhadap lingkungan. Identitas inilah yang seharusnya dipegang dan menjadi pedoman bagi arsitek Indonesia untuk berkarya. Pada kesempatan ini ia juga menjelaskan five star dalam merancang karya arsitektur, yang terdiri aspek fungsional, estetika, teknis, aman, dan nyaman. Selain harus mempertimbangkan aspek efisien, efektif dan mudah dibangun.

Hestin Mulyandari, ST, MT, Kaprodi Arsitektur UTY, menyampaikan bahwa seminar dengan pembicara praktisi tersebut dimaksudkan untuk membekali pemahaman praktik di lapangan, agar bisa lebih siap memasuki dunia kerja sebagai arsitek.