Seminar Karakter Disiplin Berwawasan Kebangsaan

Para Pembicara sedang menyampaikan materi

Para Pembicara sedang menyampaikan materi

Disiplin adalah salah satu parameter menuju kesuksesan.  Nilai tersebut yang tengah Universitas Teknologi Yogyakarta tanamkan pada segenap sivitas akademika demi tercapainya Visi UTY Unggul 2022. Seringkali penerapan atau pembinaan kedisiplinan menjadi menyimpang dari kaidah-kaidah normatif bahkan jauh dari nilai kemanusiaan.  Disiplin juga kerap disandingkan dengan nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang ditransformasikan dalam bingkai pendidikan.  Meski demikian banyaknya kasus di dunia pendidikan mengkorelasikan disiplin, kekerasan, pelecehan, dan keresahan masyarakat sebagai fenomena yang patut didiskusikan dan diformulasikan jalan keluarnya.

Salah satu peserta sedang mengajukan pertanyaan kepada para pembicara

Salah satu peserta sedang mengajukan pertanyaan kepada para pembicara

Kaprodi Bimbingan dan Konseling UTY, Nararya Rahadyan mengemukakan konteks disiplin identik dengan dunia kemiliteran hingga menjadikan kalangan sipil kerap bekerjasama dengan pihak militer, berkolaborasi, atau sekedar mengadopsi pola pendidikan kedisiplinan tersebut dengan nuansa militer.  Situasi tersebut riskan berpotensi pada penyimpangan pola kedisiplinan ‘gaya militer’ yang dilakukan kalangan sipil sebagai pihak yang tidak memiliki kompetensi layaknya kalangan militer.  Atas dasar pemikiran tersebut Program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Teknologi Yogyakarta menyelenggarakan seminar pendidikan dengan tema “Bentuk Karakter Disiplin Berwawasan Kebangsaan dalam Perspektif Pedagogik dan Militer”.  Sebanyak 200 peserta dari kalangan siswa, mahasiswa, dan guru di wilayah DIY dan Jawa Tengah hadir berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.  Dr. Arif Rohman, M.Si seorang pakar pendidikan, dan Letkol. Adm. Suryandardiyanta, SS., M.Si dari Akademi Angkatan Udara Republik Indonesia hadir sebagai pembicara dalam kegiatan seminar pendidikan Minggu 25 Oktober 2015 tersebut. 

Prodi BK UTY senantiasa selenggarakan kegiatan bersama narasumber dari multidisiplin ilmu, sehingga mampu membangun wawasan yang komperhensif karena saling melengkapi satu sama lain.  Kedua pembicara menyepakati bahwa kedisiplinan tidak hanya milik militer, namun benar adanya bila dikatakan bahwa militer harus disiplin.  Adapun pola pendidikan kedisiplinan yang terinspirasi oleh pola militeristik seyogyanya dilakukan oleh pihak yang berkompeten di dalamnya, sehingga dapat terukur dan dapat dipertanggung jawabkan.

Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Teknologi Yogyakarta, Dr. Mustaqim Pabbajah, MA mengharapkan  diskusi dalam seminar pendidikan ini memberikan edukasi bahwa penerapan kedisiplinan berwawasan kebangsaan di lingkungan pendidikan atau masyarakat sipil akan terimplementasi dengan benar bila dikembalikan pada kaidah-kaidah falsafah pendidikan Indonesia yang luhur.  Individu yang disiplin akan melahirkan masyarakat yang tangguh, nasionalis, dan patriotik sehingga mampu mencegah terjadinya disintegrasi bangsa.