General Lecture: Big Data, Recent Trends and Problems

Prof.Jemal sedang memaparkan materi di UTY

Prof. Dr. Jemal H. Abawajy sedang memaparkan materi di UTY

Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) secara rutin menghadirkan dosen tamu dari luar negeri. Kali ini UTY menghadirkan Prof. Jemal H. Abawajy, Ph.D, seorang profesor teknologi informasi dari Deakin University Australia. Acara yang berlangsung di Kampus 1 UTY (21/9) tersebut bertajuk General Lecture: Big Data, Recent Trends and Problems,  dihadiri mahasiswa berbagai program studi diantaranya Teknik Informatika, Sistem Informasi, Sistem Komputer, Teknik Elektro dan Pendidikan Teknologi Informasi.

Dr. Arief Hermawan, MT menyampaikan sambutan

Dr. Arief Hermawan, MT menyampaikan sambutan

Dr. Arief Hermawan, MT Wakil Dekan Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi UTY dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa penggunaan teknologi informasi sekarang ini telah menghasilkan kumpulan data yang sering disebut Big Data yang perkembangan atau trend-nya terus meningkat. Untuk itu mahasiswa yang mempelajari IT sangat perlu untuk mengetahui perkembangan terkini dalam Big Data, serta masalah-masalah yang terjadi berikut solusinya.

Pada kesempatan tersebut Prof. Jemal memaparkan berbagai hal terkait Big Data, baik trend, perkembangan terkini, permasalahan, dan juga pemanfaatannya pada era modern. Prof. Jemal menjelaskan bahwa pengkatagorian Big Data tidaklah dilihat dari ukuranya yang besar saja, tetapi data harus memenuhi 4 kriteria, yaitu volume, velocity, variety, dan veracity.

Secara rinci Prof Jemal menjelaskan keempat kriteria tersebut. Menurutnya volume mengacu pada jumlah data yang luar biasa besarnya yang dihasilkan setiap detik dari media sosial, ponsel, kartu kredit, foto, video, dan sejenisnya yang di-upload. “Begitu besarnya data tersebut menjadikan kita tidak bisa lagi menyimpan dan menganalisis data menggunakan teknologi database tradisional. Mengumpulkan dan menganalisis data yang sangat besar tersebut  merupakan tantangan besar dalam bidang IT”, kata Prof Jemal.  

Selanjutnya ia menyampaikan bahwa velocity atau kecepatan mengacu pada seberapa cepat data datang. Banyaknya data yang datang dalam waktu yang sangat cepat membutuhkan waktu yang cepat pula untuk menganalisa dan meanfaatkannya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi berbasis real time.  

Adapun variety atau variasi data, menurutnya data masa kini dan masa mendatang memiliki variasi yang terus berkembang.  Hal ini berbeda dengan data masa lalu yang bersifat terstruktur, misalnya nama, nomor telepon, alamat, keuangan, pendidikan, jenis kelamin dan sejenisnya yang bisa dikategorikan secara rapi dan bagus dalam tabel data. Data masa kini dan mendatang sebagian besar polanya tidak lagi terstruktur termasuk up date data dari media sosial, foto, video, percakapan dan sejenisnya.  Tantangan besarnya adalah bagaimana inovasi teknologi bisa menyimpan dan menggunakan data yang bervariasi tersebut secara bersamaan.  

Sedangkan veracity atau kebenaran adalah kualitas atau kepercayaan dari data. Tingkat keakuratan data-data yang masuk, menjadi masalah tersendiri dalam Big Data.  Mendulang banyak data tidak akan ada gunanya jika kualitasnya rendah atau tidak akurat, jelas Prof Jemal.