Limbah Rumah Tangga Untuk Bahan Semen

Dr. Doh Shu Ing sedang Presentasi di UTY

Dr. Doh Shu Ing sedang Presentasi di UTY

Kebutuhan semen dunia yang merupakan bahan utama dalam konstruksi, akan terus meningkat seiring meningkatnya kebutuhan pembangunan fisik bangunan baik berupa gedung, jalan, jembatan maupun infrastruktur lainnya. Meningkatnya kebutuhan tersebut terutama dipicu oleh terus bertambahnya jumlah penduduk perkotaan dan kemajuan jaman. Peningkatan kebutuhan semen tersebut akan menjadi masalah besar dalam jangka panjang, karena bahan baku semen merupakan bahan yang tidak terbarukan. 

Dr. Doh Shu Ing Diskusi dengan dosen UTY dan peserta lainnya

Dr. Doh Shu Ing Diskusi dengan dosen UTY dan peserta lainnya

Masalah tersebut menginspirasi Dr. Doh Shu Ing, Dosen Faculty of Civil Engineering & Earth Resource Universiti Malaysia Pahang, dalam berinovasi melakukan penelitian untuk mendaur ulang limbah rumah tangga yang terus meningkat, untuk dijadikan bahan baku semen. Hasil penelitian inovatif Dr. Doh Shu Ing berjudul Char-ISS : Potental Cement Replacement In Concrete, tersebut pada hari Sabtu 16 Januari 2016 dipresentasikan di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Presentasi pada acara yang bertajuk Collaborative Learning Building Design Project tersebut diikuti mahasiswa UMP, mahasiswa Teknik Sipil dan Arsitektur UTY dan dosen-dosen UTY.

Menurut Dr. Doh, sumber bahan terbarukan atau yang disebut Char-ISS, sangat penting untuk terus digali secara jeli dan inovatif . Sedangkan inovasi daur ulang untuk menghasilkan bahan baku semen merupakan upaya yang sangat penting, karena semen merupakan bahan yang paling banyak digunakan dalam konstruksi yang terus berkembang. Tanpa upaya tersebut bahan baku untuk semen akan semakin cepat habis, sementara kebutuhan pembangunan tak akan berhenti.  Ia mengatakan bahwa ”daur ulang material semen dari limbah rumah tangga memang merupakan hal yang baru dan belum banyak diterapkan”. Namun dari uji dengan tekanan / kompresi tinggi telah terbukti limbah rumah tangga dapat digunakan sebagai bahan baku yang baik untuk semen. Hasil uji tersebut menunjukkan penggantian bahan semen denagn lumpur tersebut dengan char- ISS,  diidentifikasi secara optimum pada jumlah 10%. Dari hasil uji coba scanning dengan electronic microscope ESEM, menunjukkan bahwa dengan komposisi tersebut beton akan menjadi lebih padat, struktur ikatan beton lebih kuat, dan lubang-lubang kecilnya menjadi sangat minim.

Para mahasiswa UMP dan UTY berdiskusi di kampus UTY usai presentasi Dr. Doh Shu Ing

Para mahasiswa UMP dan UTY berdiskusi di kampus UTY usai presentasi Dr. Doh Shu Ing

Dalam kesempatan itu Dr Doh menyampaikan bahwa endapan lumpur dari limbah rumah tangga jumlahnya terus meningkat. Endapan lumpur tersebut pada umumnya mengandung logam berat dengan kadar yang tinggi, sehingga tidak cocok jika digunakan sebagai pupuk tanaman. Ia menambahkan, inovasi mendaur ulang bahan lumpur limbah ini memiliki sejumlah manfaat. Diantaranya pemanfaatan bahan baku semen atau beton bisa efisien utamanya dari segi biaya, karena selama ini endapan lumpur hanya dibuang. Selain itu bermanfaat untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar dengan limbah bahan baku mengandung logam berat. Serta menjadi solusi selama ini menjadi masalah mencari tempat pembuangan limbah lumpur tersebut.

Dalam kata sambutannya Dr. Endy Marlina,  Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UTY menyampaikan bahwa Seminar dan Diskusi Kolaborasi antara UTY dengan UMP tersebut dapat terselenggara karena jalinan kerjasama antara UTY dan UMP yang sangat baik selama ini. Diskusi semacam ini sudah dilakukan beberapa kali, tambahnya Terkait dengan materi Dr. Doh Shu Ing tersebut, Endy Marlina menyapaikan bahwa permasalahan ledakan penduduk terjadi secara global, demikian juga di Indonesia. UTY dalam hal ini Program Studi Teknik Sipil dan Arsitektur dalam proses belajar mengajarnya juga selalu menekankan untuk mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan yang mudah diperoleh disekitar kita dalam upaya mengatasi persoalan peningkatan kebutuhan bangunan sebagai dampak dari ledakan penduduk. UTY dan UMP juga sepakat untuk terus mengembangkan penelitian khususnya yang terkait dengan bidang konstruksi bangunan. Selain sebagai upaya menyumbangkan ilmu bagi masyarakat juga sebagai realisasi langkah pengembangan UTY menuju UTY unggul, kata Endy Marlina.