Continuous Learning Untuk Jaga Profesionalisme Akuntan

Agus Suprapto dari P2PK Kemenkeu memaparkan materi Peraturan Menteri Keuangan 25/PMK.01/2014, di UTY

Agus Suprapto dari P2PK KEMENKEU RI memaparkan materi Peraturan Menteri Keuangan : 25/PMK.01/2014 dan Standar Pengendalian Mutu, pada acara PPL Akuntan di UTY

Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) bekerjasama dengan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK) Kementerian Keuangan RI dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menyelenggarakan Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL) Akuntan. Acara yang diselenggarakan di Kampus 1 UTY tanggal 18 Maret 2016 tersebut menghadirkan pembicara AgusSuprapto dari P2PK dan  Theodorus M. Tuanakota anggota kehormatan Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Adapun materi yang dikupas terdiri ‘Penerapan Peraturan Menteri Keuangan : 25/PMK.01/2014 & Standar Pengendalian Mutu’, dan ‘Pengelolaan Kantor Jasa Akuntansi dan Kantor Akuntan Publik’.

Rektor UTY Prof. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA, CA  yang juga merupakan Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) dbsd&a member firm BKR Internasional Cabang Yogyakarta menyampaikan bahwa PPL bagi profesi akuntan memiliki posisi yang sangat strategis dalam upaya  belajar terus menerus (continuous learning) agar senantiasa dapat memelihara, menjaga, dan meningkatkan mutu kompetensi profesionalnya. Menurutnya tantangan profesi akuntan ke depan dipastikan akan semakin besar, seiring semakin majunya dunia bisnis dan teknologi informasi. Sehingga akuntan profesional harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu merespon perubahan –perubahan kebutuhan di dunia praktik akuntansi secara cepat dan tepat.

Seratus duapuluh akuntan mengikuti PPL Akuntan di UTY

Seratus duapuluh akuntan mengikuti PPL Akuntan di UTY

Bahagia Tarigan, SE, Msi, Akt, CA selaku Corporate Secretary UTY menyampaikan bahwa acara PPL kali ini dapat terselenggara atas kerjasama yang telah berjalan dengan baik selama ini antara UTY dengan Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (P2PK) Kementerian Keuangan RI dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Ia menyampaikan bahwa antusiasme para akuntan terhadap kegiatan ini sangat luar biasa. Dari target peserta 120 orang, dalam waktu singkat langsung terpenuhi. Tarigan menyampaikan bahwa para peserta yang berasal dari berbagai kota tersebut memiliki latar belakang yang beragam yaitu akuntan publik, akuntan pendidik, dan akuntan yang bekerja di pemerintahan.

Mengawali pemaparannya, Agus Suparto menyampaikan bahwa memiliki sertifikat/register akuntan profesional saja belum cukup. Untuk menjaga profesionalisme, maka akuntan harus terus memelihara kompetensinya, terlebih lagi di era perekonomian global termasuk MEA.  Jika seseorang yang telah mendedikasikan diri untuk menjadi akuntan profesional, maka kompetensi yang didapat dari pendidikan di bidang akuntansi, harus terus dikembangkan melalui pengalaman menjalankan pekerjaan di bidang akuntansi dan mengikuti ujian sertifikasi akuntan profesional.  Selanjutnya secara rutin harus menjaga kompetensi  profesional tersebut dengan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL), menjadi anggota asosiasi profesi akuntan, dan mematuhi standar kode etik profesi, jelas Agus Suparto.

Pada kesempatan itu Agus Suparto menjelaskan tentang kontruksi regulasi dan penerapan PMK 25/PMK.01/2014 terkait dengan Register Negara Akuntan, Registrasi Ulang, dan Izin Kantor Jasa Akuntansi. Selain itu ia juga membahas tentang Sistem Pengendalian Mutu Kantor Jasa Akuntansi dan Kode Etik Profesi.  Terkait dengan sistem pengendalian mutu Kantor jasa Akuntansi, Agus Suprapto secara rinci membahas mulai dari tanggungjawab pemimpin atas mutu, persyaratan etika profesi, penerimaan dan keberlanjutan klien, sumber daya manusia, pelaksanaan perikatan, 3monitoring sampai dengan dokumentasinya.