Alumni D3 Bahasa Inggris dan S1 Sastra Inggris UTY, Hasilkan Novel Best Seller

Maria Paulonna Bernadete Rotty dengan novel karyanya

Maria Paulonna Bernadete Rotty dengan novel karyanya

Nama novelist Morra Quatro, tentu sudah tidak asing lagi bagi dunia penggemar baca novel Indonesia. Dalam beberapa waktu terakhir ini, Mora telah menghasilkan empat novel yang menjadi best seller, yakni : Believing, Forgiven, Notasi, dan What if, yang diterbitkan penerbit GagatMedia.  Dr. RJ. Radjaban Kaprodi S1 Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Teknologi Yogyakarta mengatakan bahwa sejak kuliah di Program D3 Bahasa Inggris UTY dan melanjutkan ke S1 Sastra Inggris UTY, Mora sudah dikenal aktif menulis dan menghasilkan banyak karya bermutu.

Selain Morra, nama-nama lain yang telah dikenal luas sebagai penulis novel nusantara diantaranya Lovy Lenny Gunansyah, Maria Paulonna Bernadete Rotty, Sazsy Wijaya, dan Luky Hidayat. Tiga novel bertajuk Semburat Jingga Hijau, Senandung Noktah, dan Gema Melantun hasil karya Luky Hidayat, yang lebih dikenal dengan nama pengarang Dhama Dove sebagai nama penanya, yang diterbitkan oleh Penerbit Leutikaprio juga masuk kategori novel laris pada masing-masing tahun terbitnya.

Sedangkan Sazsy Wijaya merampungkan novel pertama dan menerbitkannya di bulan Juli 2016 ini, berjudul A Taste for Love. Menurut Radjaban novel ini langsung mendapat apresiasi meluas dari para penggemar baca novel Nusantara.  Pada acara launching novelnya, Sazsy tidak lupa menyebut peran kultur sastra Inggris di Fakultas Ilmu Budaya UTY sangat menginspirasi dirinya dalam mewujudkan passion-nya menulis novel di sela-sela kesibukannya sebagai seorang Account Officer salah satu bank swasta nasional di Jakarta.

Radjaban menyampaikan bahwa keberhasilannya mencetak para penulis buku dan novel tersebut tidak lepas dari upaya segenap pengelola Prodi Sastra Inggris UTY untuk menciptakan proses belajar mengajar dengan menekankan dan memberikan eksplorasi kompetensi bidang sastra secara utuh. Yakni,  tidak saja berkutat pada tataran normatif teoritis namun juga pada level produktif yang didukung dengan kematangan kepribadian unggul sebagaimana dicanangkan oleh pihak Rektorat UTY.