Ciptakan Akuntan Bermental “Player” Bukan “Victim”

Edrawd Tanujaya menyampaikan materi di Kampus I UTY

Edrawd Tanujaya menyampaikan materi di Kampus I UTY

Profesi akuntan wajib untuk mengimbangi laju perkembangan model bisnis di era global yang semakin kompleks. “Akuntan Indonesia jangan sampai ketinggalan kereta” kata Edward Tanujaya Direktur Komunikasi Pemasaran Manajemen Eksekutif Ikatan Akuntan Indonesia Pusat, dalam sambutan dan paparannya pada Workshop Pengembangan Kurikulum Akuntansi Sesuai Standar Internasional dan Kompetensi CA, di Kampus I Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Senin – Selasa 25-26 Juli 2016. Workshop tersebut diselenggarakan oleh IAI bekerjasama dengan UTY. Lebih lanjut ia menyampaikan, akuntan-akuntan Indonesia dituntut untuk terus meningkatkan mutu profesionalisme sesuai dengan tuntutan kompetensi dan standar global. Ia berharap akuntan Indonesia menjadi profesional dengan memeiliki kompetensi, softskill memadai integritas tinggi. Ia menegaskan keinginan IAI untuk menciptakan akuntan-akuntan yang memiliki mental “player” bukan ‘victim’. Menurutnya mental player akan menjadikan para akuntan optimis menghadapi MEA, dan tidak gentar dengan akuntan asing. Sedangkan mental victim hanya menjadi jago kandang yang bisa tergilas oleh masuknya akuntan asing.   

Selama 2 hari peserta dari berbagai perguruan tinggi di DIY Jateng mengikuti Worskshop Kurikulum akuntansi daroi IAI

Selama 2 hari peserta dari berbagai perguruan tinggi di DIY - Jateng mengikuti Worskshop Kurikulum akuntansi dari IAI, di Kampus 1 UTY

Edward Tanujaya menyampaikan, peningkatan kompetensi akuntan merupakan tanggung jawab bersama IAI dan para stakeholders, termasuk perguruan tinggi. Adapun workshop kali ini merupakan upaya IAI untuk mengembangkan kurikulum akuntansi, serta mensinkronkan silabus pengajaran pada program studi S-1 Akuntansi dengan kebutuhan akuntansi secara global, sekaligus menyiapkan lulusan akuntansi yang siap menjadi akuntan profesional dengan Sertifikasi internasional yakni Chartered Accountant (CA). Mengingat pentingnya workshop tersebut, maka workshop serupa juga diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, ungkap Edward Tanujaya.

Dalam kata sambutannya Dr. Hardo Basuki, M.Soc.Sc. CSA, Akt. CA. Ketua Ikatan Akuntan Indonesia – Yogyakarta menyampaikan bahwa perguruan tinggi berperan sangat besar dalam menyiapkan akuntan yang memiliki kompetensi tinggi dan profesional. Ia menyampaikan bahwa di era keterbukaan saat ini diperlukan kurikulum yang bisa memberikan bekal pondasi kompetensi akuntansi yang kuat sesuai standard internasional. Sehingga ia sangat mendukung kegiatan workshop tersebut.  Ia berharap hasil workshop tersebut akan memberikan manfaat yang besar dan dapat mempermudah proses transfer of knowledge kepada mahasiswa dalam mempersiapkan diri menjadi akuntan professional.

Bahagia Tarigan, SE, MSi, Akt, CA Corporat Secretary UTY menyampaikan sambutan

Bahagia Tarigan, SE, MSi, Akt, CA Corporat Secretary UTY menyampaikan sambutan

Sementara itu Bahagia Tarigan SE, MSi, Akt., CA menyampaikan bahwa Rektor UTY, Prof. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA, CA yang juga seorang akuntan profesional, sangat mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan IAI. Tarigan juga menyampaikan pesan Rektor UTY, bahwa UTY selalu membuka pintu lebar-lebar untuk kegiatan IAI. Iapun menyampaikan terima kasih atas kerjasamanya selama ini, sehingga berbagai kegiatan IAI telah banyak terselenggara di UTY.