Dubes RI Untuk Rusia Kunjungi UTY

Rektor UTY Prof. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA menyerahkan kenang-kenangan kepada Dubes RI untuk Rusia Drs. Muhamad Wahid Supriyadi didampingi jajaran Wakil Rektor dan Dekan

Rektor UTY Prof. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA menyerahkan kenang-kenangan kepada Dubes RI untuk Rusia Drs. Muhamad Wahid Supriyadi didampingi jajaran Wakil Rektor dan Dekan

Jum’at 13 Oktober 2016, UTY kedatangan tamu istimewa yakni Duta Besar (Dubes) RI untuk Repbulik Federasi Rusia, Drs. Mohamad Wahid Supriyadi. Kedatangan Dubes RI disambut lengkap oleh jajaran Rekorat dan Dekanat yang dipimpin langsung Rektor UTY, Prof. Bambang Hartadi, PhD, CPA, CA. Mengawali sambutannya Prof Bambang Hartadi menyampaikan terimakasih atas kedatangan Dubes, dan menyampaikan bahwa kedatangan Dubes RI untuk Rusia berada dalam waktu yang tepat. Hal ini sejalan dengan rencana UTY  untuk membuka program studi natural sciences yakni matematika, fisika, kimia, dan farmasi, dimana pusat ilmu-ilmu ini ada di negara-negara kawasan Eropa Timur, dengan Rusia sebagai porosnya. Untuk kawasan Eropa Timur, UTY sudah bekerjasama dengan Universitas-universitas di Hungary dan Croatia yakni Budapest Business school (Hungary), Zagreb University (Croaia) dan Zadar University (Croatia). Kerjasma ini dirasa perlu ditambah oleh karenanya Rusia dipandang sebagai pintu masuk yang tepat, ungkapnya. Prof. Bambang Hartadi menambahkan bahwa,  sebagai wujud keseriusan dalam waktu dekat akan diberangkatkan delegasi  UTYke Rusia untuk kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi dalam rangka pengembangan UTY.

Dubes RI untuk Rusia menyampaikan sambutan di UTY didampingi Rektor UTY

Dubes RI untuk Rusia Drs. Muhamad Wahid Supriyadi menyampaikan sambutan di UTY didampingi Rektor UTY Prof. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA

Di sisi lain Dubes Mohamad Wahid Supriyadi menyampaikan terimakasihnya atas sambutan hangat UTY. Menyambung yang disampaikan Rektor UTY, Dubes RI menceritakan bahwa di Rusia banyak perguruan tinggi hebat dan semuanya welcome dengan Indonesia karena nama besar presiden pertama RI, Ir Sukarno yang  sampai sekarang masih terkenal. Ia menambahkan  Rusia kini bukan seperti dulu, kehidupan modern berjalan di sana dan peminat partai komunis kini tinggal sekitar 13%. Namun ia menyayangkan jumlah mahasiswa Indonesia di Rusia saat ini yang masih sedikit, yakni hanya sekitar 700 orang. Berbeda dengan Malaysia, kini tercatat 3000 mahasiswa studi di Rusia, 75% diantaranya di Fakultas Kedokteran. Untuk itu Dubes Mohamad Wahid Supriyadi  mengapresiasi rencana Prof. Bambang Hartadi mengirim delegasi UTY ke Rusia, karena akan  meningkatkan kerjasama bilateral Indonesia dan Rusia dan secara khusus meningkatkan pengembangan natural sciences di Indonesia.