Prodi HI UTY Hadirkan Public Lecture Dubes RI Untuk Rusia

Dubes RI untuk Rusia Drs. Muhamad Wahid Supriyadi menyampaikan materi kuliah umum di UTY didampingi moderator Dr. Eko Setyo Humanika, MHum

Dubes RI untuk Rusia Drs. Muhamad Wahid Supriyadi menyampaikan materi kuliah umum di UTY didampingi moderator Dr. Eko Setyo Humanika, MHum

Kuliah Umum dengan public lecture  berskala Internasional, merupakan agenda rutin di Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Kali ini public lecture di Prodi Hubungan Internasional dengan menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Rusia, Drs. Muhamad Wahid Supriyadi. Acara yang diselenggarakan pada Hari Jum’at 14 Oktober 2016 tersebut juga diikuti oleh mahasiswa Prodi Komunikasi dan Prodi Psikologi angkatan 2016.  

Dalam pencerahan dan motivasinya, Muhamad Wahid menyampaikan bahwa  ada tiga pilar penting bagi mahasiswa untuk sukses di masa depan. Pilar pertama mahasiswa sejak awal harus sudah mempunyai mimpi besar atau cita-cita nantinya akan menjadi apa. Cita-cita ini akan menjadi arah dari apa yang diupayakakan dan dilakukan. Iapun mendorong para peserta kuliah umum yang ingin meniti karier di Kementerian Luar Negeri atau kerja di perusahaan internasional. Untuk itu ia mengingatkan pentingnya kemampuan bahasa Inggris

Mahahsiswa Prodi HI, Komunikasi, dan Psikologi UTY angkatan 2016 dengan antusias mengikuti paparan Dubes RI untuk Rusia.

Mahahsiswa Prodi HI, Komunikasi, dan Psikologi UTY angkatan 2016 dengan antusias mengikuti paparan Dubes RI untuk Rusia

Pilar kedua membangun networking yang luas mulai sekarang.  Ia mencontohkan apa yang dia lakukan selama menjadi Duta Besar semuanya tidak terlepas dari networking. Misalnya yang barusaja dilakukan yakni Festival RI yang pertama di Rusia, bisa sukses juga karena networking. Dengan adanya networking yang telah lama ia jalin, maka banyak sponsor yang mendukung, dan menjadikan festival tersebut mendapat banyak apresiasi baik dari kalangan dalam negeri maupun kalangan internasional. Networking juga ia yakini akan memuluskan lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan peluang kerja.

Pilar ketiga adalah latihan pengambilan keputusan. Proses transfer of knowledge di bangku kuliah utamanya hanya pada transfer materi keilmuan. Namun sebenarnya ada hal lain yang tak kalah pentingnya bagi mahasiswa, yakni latihan dalam pengambilan keputusan.  Dalam kesempatan itu Muhamad Wahid menyampaikan arti pentingnya aktif dalam kegiatan ekstra kurukuler. Karena disitulah terjadinya latihan nyata dalam mengambil keputusan, bersosialisasi dan meyakinkan orang akan keputusan yang diambil. Dalam kenyataan yang ia rasakan selama ini, banyak lulusan perguruan tinggi dengan IPK sangat bagus, namun minim pengalaman berkegiatan, sehingga hasilnya kurang maksimal, yakni menjadi lulusan yang peragu, ungkap Muhamad Wahid.