Belajar Dunia Kelautan dan Perikanan Di Universiti Malaysia Terengganu (UMT)

Universiti Malaysia Terengganu (UMT) / University of Malaysia, Terengganu sebelumnya dikenal sebagai Kolej Universiti Sains Dan Teknologi Malaysia/KUSTEM  (University College of Science and Technology Malaysia), sebuah perguruan tinggi yang berlokasi di Distrik Kuala Nerus, Terengganu, Malaysia. UMT diresmikan pada tanggal 1 Februari 2007. Sejarah UMT tidak lepas dari dunia kelautan. Berawal dari sebuah Pusat Perikanan dan Ilmu Kelautan yang didirikan di Mengabang Telipot, Terengganu tahun 1979, kemudian menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Oseanografi, yang berganti nama menjadi Universitas Putra Malaysia Terengganu (UPMT), tahun 1999 menjadi Kolej Universiti Terengganu (KUT) lalu menjadi KUSTEM dan menjadi UMT.

Perubahan nama juga dilakukan terhadap delapan fakultas yang diselenggarakan UMT. Sejak 2015 semua fakultas berganti nama menjadi Sekolah, yakni : School of Fundamental Sciences, School of Informatics & Applied Mathematics, School of Marine & Environmental Sciences, School of Fisheries & Aquaculture Sciences, School of Food Science & Technology, School of Maritime Business & Management, School of Ocean Engineering, School of Social & Economic Development. Dari nama sekolah-sekolah tersebut terlihat bahwa UMT  fokus kepada pengembangan ilmu kelautan dan perikanan.

Mengingat usia perguruan tinggi yang relatif muda, UMT mengundang banyak pakar dunia untuk pengembangan dirinya, diantaranya adalah Prof. Widi Agoes Pratikto, PhD dari Indonesia. Rekam jejak dan kontribusi Prof Widi dalam dunia kelautan dan kemaritiman menjadi pertimbangan untuk selalu diminta pendapatnya dalam upaya memajukan UMT. Atas jasanya tersebut  UMT menganugerahkan Doktor HC kepada Prof Widi yang penyerahannya dilakukan bersaman dengan upacara “Majlis Konvokesyen Ke-14, Universiti Malaysia Terengganu”, di gedung Dewan Sultan Mizan, kampus UMT.

UMT memang cocok sebagai sebagai perguruan tinggi spesialis kelautan dan perikanan. Kampus yang tepat berada di tepi pantai sangat mendukung semua upaya dan aktifitas yang berkaitan dengan ilmu kelautan. Luas kampus sekitar 200 acre dengan jumlah mahasiswa sekitar 10.000 orang termasuk mahasiswa asing, yang diampu sekitar 500 dosen. Kampus dilengkapi dengan gedung perpustakaan yang koleksinya sangat lengkap.

Sebagai perguruan tinggi kelautan dan perikanan, UMT memiliki koleksi ikan dan musium ikan yang lengkap baik air laut maupun air tawar, semuanya tertata dengan rapi dalam gedung khusus yang dipersiapkan dengan baik. Di gedung ini kita bisa juga melihat ikan langka dan ada juga ikan biasa sejenis mujair namun harganya jika dirupiahkan mencapai Rp 50 juta. Sungguh sebuah upaya menarik mengangkat “barang lokal” menjadi “internasional”, melalui sebuah  rekayasa pengetahuan. Rasanya memang tepat untuk belajar kelautan dan perikanan di kampus yang terletak di pantai timur semenanjung Malaysia ini.