Partner PwC Hadir Kembali di UTY

M. Jusuf  Wibisana, SE, MAcc, Akt, CA,CPA  Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) menyampaikan materi di UTY

M. Jusuf Wibisana, SE, MAcc, Akt, CA,CPA Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) menyampaikan materi di UTY

Kegiatan rutin Prodi Akuntansi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) untuk menghadirkan praktisi akuntansi yang berkiprah di tingkat nasional dan internasional, telah nyata dirasakan manfaatnya oleh dosen dan mahasiswa. Kali ini UTY menghadirkan kembali  M. Jusuf Wibisana, M.Sc, MAcc, Akt, CA,CPA  Partner Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan dari PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia. Kuliah umum yang diselenggarakan di kampus 1 UTY, Jum’at 18 Nopember 2016 ini bertajuk “ Risk Based Audit and Risk Assesment”.

Rektor UTY Prof. Dr. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA

Rektor UTY Prof. Dr. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA

Dalam kesempatan terpisah, Rektor UTY Prof. Bambang Hartadi, PhD, MM, CPA yang juga seorang Partner KAP dbsd&a Member Firm BKR International, yang merupakan jaringan KAP terbesar kelima dunia mengatakan “Program Studi Akuntansi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) telah mencanangkan diri untuk menjadi The Leading Private School Of Accounting.”  Sehingga hubungan yang erat antara UTY dengan para Partner PricewaterhouseCoopers (PwC) sangat baik bagi pengembangan Prodi Akuntansi UTY. Dalam waktu dekat akan dikirimkan sekitar 70 mahasiswa untuk studi lapangan ke PwC Indonesia, yang selanjutnya akan dilakukan pemagangan bagi mahasiswa UTY di PwC.  Kesempatan magang ini menjadikan kesempatan magang mahasiswa UTY semakin luas,  yang sebelumnya telah terbuka luas di KAP-KAP jaringan BKR International baik di Indonesia maupun di luar negeri, khususnya di kawasan Asia Pasifik, Amerika Serikat dan Kanada.

Mengawali paparannya, Yusuf Wibisono membagikan pengalaman perjalanan kariernya hingga kini menjadi salah satu Partner di PwC, yang selama ini selalu menjadi Kantor Akuntan Publik yang masuk The Big Four di tingkat dunia. “Dalam setiap audit pasti terdapat resiko”, kata Yusuf Wibisono. Untuk itu ia membuka cakrawala pemikiran mahasiswa tentang risiko audit (audit risk), yakni risiko bagi auditor dalam memberikan opini audit yang tidak tepat (expressing an inappropriate audit opinion) atas laporan keuangan yang disalahsajikan secara material.

Mahasiswa Akuntansi UTY menyimak paparan  M. Yusuf Wibisana, SE, MAcc., Akt, CA, CPA

Mahasiswa Akuntansi UTY menyimak paparan M. Yusuf Wibisana, M.Sc, MAcc., Akt, CA, CPA

Ia menjelaskan bahwa dalam melaksanakan pekerjaan audit para auditor saat ini bekerja berdasarkan audit berbasis resiko. Adapun langkah pertama dan merupakan hal yang utama dalam  audit berbasis risiko  adalah melaksanakan prosedur penilaian risiko (risk assessment) untuk mengidentifikasi dan menilai risiko salah saji yang material dalam laporan keuangan. Langkah pertama dalam risk assesment adalah memastikan bahwa audit akan melibatkan auditor senior dalam proses audit sejak awal hingga akhir. Menurutnya kepercayaan bahwa manajemen yang diaudit adalah jujur dan punya integritas, tidak berarti membebaskan auditor senior dari keharusan mempertahankan skeptisisme professional. Kedua, merencanakan auditnya baik dari sisi waktu, staff auditor, maupun bukti-bukti krusial yang harus diperoleh. Ketiga melaksanakan diskusi berkelanjutan antara partner dengan para staff untuk mengidentifikasi semua risiko yang relevan dan menginformasikan kepada staf tentang klien secara umum dan membahas area yang berpotensi mengandung risiko. Selain itu diskusi juga digunakan untuk menetapkan tanggung jawab audit kepada staf dan menetapkan waktu penyelesaian tugas mereka. Tahap keempat adalah reporting (pelaporan).  Tahap melaporkan meliputi  merumuskan pendapat berdasarkan bukti audit yang diperoleh,   membuat dan menerbitkan laporan yang tepat, sesuai kesimpulan yang ditarik, jelas Yusuf Wibisono.