Terengganu – “Permata Dari Pesisir Timur”

Terengganu merupakan salah satu negara bagian Malaysia yang berlokasi di pesisir timur semenanjung Malaysia dan berhadapan langsung dengan Laut China Selatan. Ada dua negara bagian lainnya di pesisir timur yakni Kelantan dan Pahang.  Mayoritas penduduknya adalah nelayan, dengan keunikan masyarakatnya terkenal berotak cerdas, karena lebih banyak makan ikan.

Negeri Terengganu dengan ibu kota Kuala Terengganu tersebut berjulukan “Permata dari Pesisir Timur”, karena kekayaan warisan budaya, kualitas kerajinan tangan dan pesona pulau dan pantai-pantainya yang indah. Dengan pendududk rata-rata 89 orang / km2, suasana Terengganu terasa lengang. Dari luasan 12.955 km2 atau 3,9 % luas Malaysia, hanya dihuni 1.153.500 jiwa atau 3,7,% dari 30,4 juta warga Malaysia (2015).

Kegiatan utama masyarakat Terengganu adalah perikanan yang merupakan tradisi turun temurun. Karena itulah di kota ini berdiri UMT (Universiti Malaysia Terengganu), universitas negeri yang fokus pada teknologi dan sumber daya  kelautan dan perikanan. Kehadiran delegasi UTY berkunjung ke Terengganu terkait kegiatan menghadiri upacara penganugerahan gelar Doktor HC (Honoris Causa) kepada Prof Prof Widi Agus Pratikno, PhD,  Pembina UTY.

Dengan jumlah penduduk tersebut, sampai saat ini hanya terdapat satu bandara di Terengganu yakni Sultan Mahmud  Airport yang berjarak sekitar 15 km dari kota. Bandara ini diberi nama berdasarkan nama Sultan Terengganu ke-16, (Alm) Sultan Mahmud Al-Muktafi Billah Shah Ibni (Alm) Sultan Ismail Nasiruddin Shah, yang memerintah tahun 1978 hingga 1998.  Meskipun panjang landasan pacu 3.480 m, hingga penghujung November 2016 ini hanya ada 4 maskapai  yang melayani rute tersebut, yakni Air Asia, Malaysia Airlines, Firely dan Malindo Air (anak usaha Lion Air). Data penumpang tahun 2015 hanya menunjukan angka 857.239 orang. Meskipun demikian  bandara ini melayani penerbangan langsung ke Jeddah dan Madina untuk keperluan ibadah haji.

Delegasi UTY tiba di Terengganu pada hari Jum’at 18 November 2016. Hari Jum’at sangat istimewa di kota ini karena muslimin mempersiapkan diri ke masjid dengan serius, salah satunya adalah dengan memakai pakaian khusus shalat Jum’at. Terengganu menerapkan asas Islam dan menjadikannya salah satu sumber hukum. Sebuah pencerahan khazanah di negeri jiran tersebut. Memang ada kalanya kita harus menunjukkan kekhususan akan khazanah dan budaya kita untuk kemakmuran.