Identifikasi Kematangan Apel Dengan Android, Peroleh Medali Emas Internasional

Tim TI Mahasiswa UTY, di Kampus Universiti Malaysia Pahang

Tim TI Mahasiswa UTY, di Kampus Universiti Malaysia Pahang

Inovasi teknologi mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) kembali meraih prestasi pada kompetisi tingkat internasional. Kali ini, inovasi teknologi informasi karya Dinda Herwita mahasiswa Teknik Informatika dan Akbar Permana mahasiswa Pendidikan Teknik Informasi  berhasil meraih medali emas atau gold medal pada kompetisi international di Malaysia bertajuk The International Competition and Exhibition on Computing Innovation (iCE-CInno  2016). Kompetisi tersebut merupakan kompetisi hasil riset tingkat internasional yang diselenggarakan oleh Universiti Malaysia Pahang, yang didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Ajang kompetisi tersebut diikuti oleh peserta mahasiswa dan dosen dari negara-negara ASEAN, Korea dan Jepang. 

Tim TI UTY sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Juri, pada ajang kompetisi dan International Expo di Univ. Malaysia Pahang

Tim TI UTY sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para juri, pada ajang kompetisi dan International Expo di Univ. Malaysia Pahang

Selaku dosen pembimbing sekaligus Dekan Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi UTY, Dr. Ir. Arief Hermawan, MT menuturkan bahwa inovasi dari hasil penelitian Dinda dan Akbar berjudul “Identifying the Ripeness Level of Apples using Backprogation Neural Network on Android. Tap your smartphone and you will get a delicious apple”. Arief menjelaskan bahwa inovasi tersebut berupa identifikasi tingkat kematangan buah apel dengan  menggunakan android. Dalam skala industri, inovasi teknologi informasi karya Dinda dan Akbar ini dapat diimplementasikan pada perusahaan pembuatan minuman dan jus buah, atau industri makanan yang menggunakan sebagian bahannya dari buah-buahan. Alat tersebut dapat digunakan sebagai otomatisasi pemilihan buah-buah yang matang dan berkualitas secara otomatis. Jika teknologi ini diterapkan di industri minuman atau jus buah, yang setiap harinya mengolah buah dalam jumlah sangat banyak, maka tentunya akan memberikan sesuatu yang bernilai berupa akurasi dan efisiensi baik biaya maupun waktu, jelas Arief Hermawan.

Dinda dan Akbar menerima medali emas dan hadiah berupa uang

Dinda dan Akbar menerima medali emas dan hadiah berupa uang

Terkait dengan keikutsertaan mahasiswa pada berbagai kompetisi internasional tersebut, Arief Hermawan menyampaikan bahwa banyak hal positif yang dapat dipetik, diantaranya akan meningkatkan motivasi untuk penguasaan materi yang lebih mendalam serta meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Selaku Dekan, ia akan terus berupaya meningkatkan budaya/kultur riset dan berpikir inovatif dalam kegiatan akademisnya. “ Budaya meneliti yang terus terjaga sejak usia muda atau sejak mahasiswa akan memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penemuan-penemuan inovasi besar di masa datang” ungkap Arief Hermawan.