Pendidikan Berkualitas dan Terjangkau, Masih Terus Diperjuangkan

Prof. Dr. Ainun Naim Sekjen Kemenristek Dikti RI memberikan sambutan pada Pembukaan  The Fifth ISQAE 2016 di The Sahid Rich Hotel Yogyakarta

Prof. Dr. Ainun Naim, Sekjen Kemenristek Dikti RI memberikan sambutan pada Pembukaan The Fifth ISQAE 2016

Keyakinan bahwa mahasiswa saat ini dan ke depan harus berkemampuan tinggi dan memiliki global experience, menjadikan Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) selalu mendukung kegiatan dan program berskala nasional dan internasional. Termasuk diantaranya dukungan dan kesediaan menjadi tuan rumah seminar-seminar internasional. Demikian kata Rektor UTY Prof. Bambang Hartadi, PhD., MM, CPA dalam kata sambutan tuan rumah pada pembukaan The Fifth International Seminar on Quality An Affordable Education / ISQAE 2016, yang dibacakan oleh Wakil Rektor  UTY Dr. Bambang Murtono Setiawan, MM, Akt, CA. Seminar Internasional yang diselenggarakan di Ballroom The Sahid Rich Hotel Yogyakarta tanggal 7-8 Desember 2016 tersebut dibuka oleh Sekjen Kemenristek Dikti  Prof. Dr. Ainun Naim, MBA, mewakili Menristek Dikti.

Prof Dr. Ainun Naim memukul Gong tanda dibukanya The Fifth ISQAE 2016, disaksikan (dari kiri) Dr. Bambang Murtono Setiawan, Dr. Mustaqim Pabbajah, MA, Prof. Dr. Tri Gunarsih, MM, Prof. Baharudin Aris, PHD, dan Prof. Dr. Djaali

Prof Dr. Ainun Naim memukul Gong tanda dibukanya The Fifth ISQAE 2016, disaksikan (dari kiri) Dr. Bambang Murtono Setiawan, MM, Akt. Dr. Mustaqim Pabbajah, MA, Prof. Dr. Tri Gunarsih, MM, Prof. Baharudin Aris, PhD, dan Prof. Dr. Djaali

Dalam paparannya Ainun Naim diantaranya menyampaikan keprihatinannya, karena pendidikan yang berkualitas dan terjangkau di Indonesia, sampai saat ini masih belum bisa sesuai dengan yang diharapkan. Menurutnya, hal ini sangat ironis. Karena saat ini jumlah prodi pendidikan merupakan prodi terbesar dibandingkan prodi-prodi lainnya di Indonesia. Jumlah mahasiswanya juga terbanyak, yakni sekitar 25% dari total mahasiswa Indonesia sekitar 20 juta orang. Begitu pula dengan jumlah profesor bidang pendidikan. Oleh karena itu pemerintah kini masih terus berupaya untuk memperjuangkannya, kata Ainun Naim. Menurutnya Australia dengan jumlah penduduk sekitar 24 juta, kualitas pendidikannya jauh lebih baik, dan mampu menghasilkan banyak ahli-ahli di bidangnya. Ia menjelaskan bahwa Australia lebih menekankan sekolah vokasi dengan mengarahkan mahasiswa banyak praktik lapangan, agar dapat menghasilkan lulusan yang benar-benar memiliki keahlian praktik. Ainun Naim mengibaratkan ahli renang, adalah orang yang memang benar-benar bisa praktik berenang. Bukan hanya ahli tentang teori renang.

Sejumlah 300 peserta seminar berasal dari berbagai kota di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Philippina menyimak setiap sesi seminar dengan seksama

Sejumlah 300 peserta seminar berasal dari berbagai kota di Indonesia, Malaysia, Thailand dan Philippina menyimak setiap sesi seminar dengan seksama

Dalam sambutannya pula Prof. Dr. Djaali Rektor Universitas Negeri Jakarta, yang merupakan Founder ISQAE Indonesia mengatakan bahwa ISQAE lahir tahun 2012 lalu dengan semangat dan tujuan untuk memajukan dunia pendidikan.  Saat ini tergabung tujuh Perguruan Tinggi dalam forum/konsorsium ISQAE, yakni Universitas Negeri Jakarta,  University of Malaya Kuala Lumpur Malaysia, Universiti Teknologi Malaysia,  Universitas Teknologi Yogyakarta,  Universitas Negeri Manado,  Universitas Muhammadiyah Makasar, dan The University of Auckland New Zealand.  Ia sangat bersyukur karena sampai saat ini keberadaan ISQAE masih terus eksis  dan bisa menyelenggarakan konferensi setiap tahun dengan peserta dari berbagai negara. Djaali mengatakan keberhasilan fakultas-fakultas pendidikan dalam mencetak guru-guru yang hebat, sangat dibutuhkan oleh suatu bangsa. Karena ia meyakini bahwa bangsa dan negara akan menjadi kuat dengan guru-guru yang hebat yang dapat menghasilkan murid-murid yang hebat.

Sementara itu Prof. Baharudin Aris, PhD, Dekan Fakultas Pendidikan Universiti Teknologi Malaysia, yang merupakan Founder ISQAE Malaysia, mengatakan  “jika kita bersatu maka kita akan kuat, termasuk diantaranya bersatu dalam peningkatan mutu pendidikan.”   Forum ISQAE yang dimaksudkan untuk mendorong para dosen untuk mempresentasikan karya penelitian dan mempublikasikannya di jurnal ilmiah tersebut, juga bermanfaat untuk harmonisasi program pendidikan khususnya Indonesia dengan Malaysia, ungkapnya.

Sedangkan Dr Mustaqim Pabbajah, MA, Dekan Fakultas Pendidikan UTY yang menjadi Ketua Panitia ISQAE 2016 menyampaikan bahwa Fakultas Pendidikan UTY lebih muda dibandingkan ISQAE. Meskipun usia masih muda yakni lahir di tahun 2013 lalu, namun Fakultas Pendidikan UTY memiliki komitmen yang kuat untuk maju dengan melompat lebih cepat, untuk menjadi Fakultas Pendidikan bertaraf nasional bahkan internasional. Oleh karena itu suatu kehormatan tersendiri  bagi Fakultas Pendidikan UTY, dapat diterima bergabung bersama perguruan-perguruan tinggi besar yang telah lama mengelola Falultas Pendidikan baik nasional maupun internasional yang tergabung dalam ISQAE.  “Ini merupakan salah satu jalan agar bisa segera mensejajarkan diri dengan Fakultas-fakultas Pendidikan di universitas-universitas terkemuka di tingkat nasional maupun internasional, tambah Mustaqim.