Company Visit : Perluas Pemikiran Aplikasi Teori di Lapangan

Mahasiswa UTY yang tergabung dalam HIMASI beserta pdosen pembimbing foto bersama usai pemaparan materi dari PPPK Kementerian Keuangan RI  di Jakarta.

Mahasiswa UTY yang tergabung dalam HIMASI beserta Dosen Pembimbing foto bersama narasumber usai pemaparan materi dari PPPK Kementerian Keuangan RI di Jakarta.

Dengan mengusung tema “expand your knowledge with new experience to create your great future”, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMASI) Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) menyelenggarakan Company Visit Trip to Jakarta-Bandung. Kegiatan yang berlangsung tanggal 22-25 Januari 2017 tersebut diikuti 93 mahasiswa dengan agenda kunjungan ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia khususnya ke Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK), Kantor Akuntan Public (KAP) PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia, Farm House Bandung, Pabrik Teh Walini Lembang, Floathing Market Lembang, dan Pusat perbelanjaan dan home industri Cibaduyut.

Dra. Lilis Endang Wijayanti, MSi., Akt., CA Kaprodi S1 Akuntansi UTY, yang mendampingi company visit tersebut menyampaikan bahwa mahasiswa akuntansi sangat perlu mengetahui praktik nyata di lapangan baik di perusahaan/bisnis maupun pemerintah selaku regulator bidang akuntansi. Pengetahuan lapangan tersebut akan memperluas khasanah pemikiran tentang aplikasi di lapangan, dari teori yang telah diperoleh di bangku kuliah selama ini.  

Sementara itu Inggita Rindha Primaswari selaku ketua panitia menyampaikan bahwa sesuai dengan tema yang diusung, para peserta sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tersebut, dalam rangka  menambah pengetahuan tentang regulasi akuntansi dan praktik lapangan yang diterapkan dunia bisnis nyata saat ini. Pengetahuan ini sangat penting untuk mempersiapkan diri setelah lulus nantinya, jelasnya.

Inggita menyampaikan, pada kunjungan ke Kementerian Keuangan Republik Indonesia, mahasiswa UTY mendapatkan penjelasan tentang peran dan fungsi Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) dengan narasumber Bapak Adit dan Ibu Mona. Penjelasan yang disampaikan diantaranya dalam bentuk film produksi Kementrian Keuangan RI. Dari tayangan film tersebut mahasiswa dapat memperoleh gambaran bagaimana upaya pemerintah dalam menyediakan fasilitas dan menyejahterakan masyarakat. Gambaran jelas dan filosofis tersebut merupakan pengetahuan penting yang mungkin belum diketahui oleh banyak mahasiswa dan masyarakat umum.

Dalam kunjungan ke Kantor Akuntan Publik (KAP) PricewaterhouseCooper (PwC) Indonesia yang merupakan KAP no 1 di Indonesia, dan merupakan jaringan KAP yang masuk the big four accounting firms tingkat dunia, para mahasiswa mendapat informasi tentang career path di KAP PwC. Yaitu membangun keterampilan, memperkuat mandat, mengembangkan kepemimpinan pemikiran, dan menjalankan bisnis. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari PwC, Inggita menyampaikan bahwa ada 4 tahapan untuk bisa bergabung dengan PwC. Pertama calon mengirimkan data diri. Selanjutnya tes tertulis, wawancara dan tahap terakhir adalah penawaran. Menurut Inggita kunjungan ke PwC tersebut telah memberikan motivasi tersendiri bagi mahasiswa untuk berkarier di KAP dan nantinya bisa menjadi akuntan publik.  

Mahasiswa UTY studi proses produksi pada Pabrik Teh di Lembang Bandung

Mahasiswa UTY studi proses produksi pada Pabrik Teh di Lembang Bandung

Sedangkan pada kunjungan ke Farm House Bandung dan Pabrik Teh Walini Lembang, mahasiswa mendapatkan materi mengenai proses pembuatan teh dari awal pemetikan daun teh sampai proses akhir pengepakan, dengan kapasitas produksi mencapai 25 ton perhari pada hari-hari biasa, dan 60 ton perhari pada masa panen raya pada bulan Agustus – September. Pengetahuan langsung tentang proses produksi tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa akuntansi, utamanya pengetahuan aplikasi cost accounting dan management accounting, ungkap Ifah Rofiqoh, SE. MSi, Akt., CA yang juga pembimbing kegiatan tersebut.