Kunjungi Museum BPK RI, UTY Kembangkan Pusat Studi Sektor Publik

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA dab Waka BPK RI Drs. Sapto Amal D., Akt., CA, CPA berpose sedang serah terima Laporan Pemeriksaan Keuangan dengan Ketua BPK RI, di salah satu ruangan Museum BPK RI

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono S., MM., Akt., CA dan Waka BPK RI Drs. Sapto Amal D., Akt., CA, CPA berpose 'sedang serah terima Laporan Pemeriksaan Keuangan dengan Ketua BPK RI', di salah satu ruangan Museum BPK RI

 Suatu kehormatan tersendiri bagi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), yakni pada hari Senin 13 Februari 2017, secara khusus Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM, Akt., CA diajak oleh Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Drs. Sapto Amal Damandari, Akt.,CA, CPA untuk mengunjungi Museum BPK RI di Komplek Karesidenan Kedu, Kota Magelang. Dalam kunjungan tersebut Rektor UTY didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Ir. Arief Hermawan, MT., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan SDM Bahagia Tarigan, SE., MSi, Akt., CA., CPA, dan beberapa staff lainnya. Sedangkan Wakil Ketua (Waka) BPK RI didampingi para Pejabat BPK RI dan para pelaku sejarah BPK RI yang kini sudah memasuki masa pensiun.     

Dalam kata sambutannya Sapto Amal menyampaikan bahwa selain Indonesia, negara-negara di seluruh dunia belum ada satupun yang memiliki museum badan pemeriksa keuangan. “Sehingga museum ini merupakan satu-satunya di dunia” ungkap Sapto Amal yang sontak mendapat applaus hadirin yang mengikuti kunjungan tersebut. Lebih lanjut Sapto Amal menyampaikan bahwa museum tersebut terwujud setelah melewati proses renovasi dan perluasan lahan selama beberapa bulan terakhir. Dipilihnya kompleks tersebut sebagai museum, diantaranya karena di kompleks tersebut pertama kali kantor BPK RI beroperasi. Ia menjelaskan bahwa museum BPK RI dirancang dengan konsep modern berteknologi informasi mutahir, dengan konten yang terus bertumbuh. Diajaknya para pelaku sejarah dalam kunjungan itu, diantaranya untuk menceritakan peran BPK RI pada saat mereka menjabat. Cerita yang direkam tersebut diantaranya dimaksudkan sebagai materi pengembangan museum. Sedangkan diajaknya unsur akademisi, karena keinginannya menyampaikan nilai-nilai dasar BPK RI bagi generasi penerus bangsa.   

Pengunjung Museum berinteraksi dengan teknologi hologram untuk membuka isi museum yang berisi konten-konten edukatif

Pengunjung Museum BPK RI berinteraksi menggunakan teknologi hologram untuk membuka konten museum yang sangat edukatif

Sedangkan Bambang Moertono menyampaikan bahwa ia akan mengembangkan Pusat Studi Sektor Publik di UTY. Menurutnya museum BPK RI yang mensinergikan antara teknologi hologram dengan informasi dan benda-benda bersejarah tersebut memiliki konten akademik tinggi, karena di dalamnya juga berisi hasil-hasil riset dan temuan pemeriksaan.  Sehingga Hal ini dapat dimanfaatkan bagi pengembangan dosen dan mahasiswa UTY, khususnya yang berminat mempelajari akuntansi sektor publik, tambahnya.

Usai menyampaikan berbagai pemaparan, Waka BPK RI, para Pejabat BPK, Rektor UTY dan para Staff serta para pelaku sejarah BPK RI melakukan kunjungan keliling Museum BPK RI.