Berkomunikasi Secara Cerdas

Ririn Ardana mengisi acara public speaking HIMASI di Kampus 1 UTY

Ririn Ardana mengisi acara public speaking di Kampus 1 UTY

Akuntan harus mampu berkomunikasi secara cerdas terkait dengan profesinya. Untuk itu akuntan harus menguasai ilmu ilmu komunikasi bisnis karena posisi akuntan sebagai penanggungjawab keadaan fiskal perusahaan. Akuntan harus mampu berkomunikasi dengan lancar kepada seluruh stakeholders yang ada. Terkait dengan hal tersebut pada hari Sabtu, 25 Februari 2015 di Ruang Sidang Kampus 1 UTY Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMASI) UTY mengadakan kegiatan workshop “Publik Speaking For Accountant” bekerjasama dengan Ardhana HD & Communication Training. Training tersebut diikuti 123 mahasiswa  terdiri dari pengurus HIMASI dan peserta mahasiswa jurusan akuntansi.

Workshop Publik Speaking For Accountant kali ini bertemakanBe a profesional accountant With The Art of Speaking,” dengan narasumber Isnurin Bonowiyati, Si.P, M.Si atau akrab disapa Ririn Ardhana. Acara ini dibuka secara resmi oleh Dr. Junaidi, M.Si., Ak., CA selaku Wakil Dekan Fakultas Bisnis dan Teknologi UTY. Junaidi menjelaskan bahwa seorang akuntan dalam menjalankan profesinya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik di bidang keuangan. Oleh karena akuntansi merupakan bahasa bisnis, maka seorang akuntan harus cerdas dalam mengkomunikasikannya, yakni menguasai pengetahuan tentang akuntansi sekaligus memiliki kemampuan komunikasi bisnis yang baik.

Selanjutnya Ririn Ardhana selaku pemateri menjelaskan bahwa untuk menyampaikan ide harus melakukan pengulangan kata. Untuk itu akuntan harus memiliki mental untuk berkomunikasi atau memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Dalam berkomunikasi hal yang paling penting dan harus diperhatikan adalah mental dalam diri, selanjutnya diikuti oleh kemampaun teknis. “Ketika berbicara di hadapan orang banyak yakinkan dalam diri sesungguhnya diri kita adalah hal penting dan berharga” jelas Ririn. Ia juga berpesan bahwa dalam berpidato yang penting tidak hanya materi pidato yang disampaikan, melainkan diri kita yang menyampaikan.

Acara Public Speaking diselingi dengan ice breaking sekaligus sebagai praktik komunikasi efektif

Acara Public Speaking diselingi dengan ice breaking sekaligus sebagai praktik komunikasi efektif

Acara ini berlangsung selama 4 jam yang dibagi dalam dua sesi. Dua jam pertama nara sumber penyampaian materi mengenai tatacara berkomunikasi yang baik dan benar agar dapat tersampaikan oleh komunikan, dan pada tahap selanjutnya 2 jam terakhir dilanjutkan dengan praktek. Pada tahap ini peserta di bagi menjadi 8 kelompok, dan perkelompok ditunjuk  perwakilan untuk maju dan berpidato dengan tema yang sudah ditentukan. Peserta sangat antusias dan semangat dalam praktik berbicara ini.

Carine Yunia Permatasari selaku ketua panitia mengatakan “kemampuan berbicara di depan umum sering tidak diperhatikan atau disepelekan banyak orang. Meskipun semua orang memang mampu berbicara, akan tetapi hanya sedikit orang yang mampu berkomunikasi secara cerdas, dengan meramu kata-kata menjadi bahasa yang indah dan dapat menarik publik untuk mendengarkannya”. Dengan adanya acara public speaking ini Carine berharap para peserta dapat mengambil manfaat dan dapat diterapkan pada setiap berkomunikasi nantinya.