HI-MAC, Gugah Kreatifitas Memadukan Teknologi dan Seni

Tayangan salah satu film pendek di Kampus 1 disaksikan juri, dan mahasiswa UTY

Tayangan salah satu film pendek di Kampus 1 disaksikan juri, dan banyak mahasiswa UTY

Jika kebanyakan mahasiswa suka menonton film untuk mengisi waktu luang atau mencari hiburan, maka mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIKA) melakukan langkah lebih maju yakni  mengadakan lomba membuat film pendek, yang dibingkai dalam kegiatan bertajuk HI-MAC  (HIMATIKA Movie And Application Competition).   R.E. Fiddy Rizarta  Ketua HIMATIKA UTY menyampaikan bahwa penyelenggaraan lomba membuat film pendek tersebut dimaksudkan guna menggugah kreatifitas mahasiswa, untuk mengaplikasikan teknologi dengan berkarya seni. Menurutnya sebagian besar anak muda pada dasarnya suka nonton film. Namun masih sangat sedikit yang terpikir untuk bisa membuat film. Pembuatan film merupakan perpaduan dari berbagai macam kemampuan diantaranya kemampuan menemukan ide, kreatifitas, teknologi, seni, dan pengetahuan umum, ungkapnya.

Salah satu sutradara dan pemeran film pendek sedang menjawab pertanyaan-pertanyaan tim juri usai penayangan film pendek

Salah satu sutradara dan pemeran film pendek sedang memperhatikan komentar serta menjawab pertanyaan-pertanyaan tim juri, usai penayangan film pendek

Lomba yang terbuka bagi mahasiswa UTY dari semua prodi tersebut mengusung tema tentang kehidupan nyata dalam dunia pendidikan. Film-film pendek karya mahasiswa UTY tersebut dipresentasikan Sabtu 11 Maret 2017 di Kampus 1 UTY dengan juri praktisi dari salah satu stasiun televisi di Jogja, dan praktisi video shooting.

Fiddy menyampaikan bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari mahasiswa UTY, baik yang ikut mengirimkan karya maupun yang melihat saat presentasi lomba. Ia menceritakan salah satu contoh karya film pendek yang mengikuti lomba tersebut,  mengangkat bagaimana proses, tantangan, dan masalah pendidikan di sekolah yang jauh dari perkotaan. Karya film tersebut mengambil cerita di sebuah sekolah dasar di pesisir pantai Gunungkidul yakni di SDN 5 Paliyan Gunungkidul. Pesan dalam film tersebut membandingkan bagaimana proses pendidikan, kehidupan para siswa, tantangan, hambatan dan prestasi dari sekolah tersebut, dibandingkan dengan sekolah yang ada di kota yang memiliki berbagai kemudahan dalam mengakses berbagai fasilitas penunjang pendidikan dan prestasi. Dalam film tersebut digambarkan betapa besar gairah anak-anak di sekolah dasar tersebut untuk maju. Meskipun tidak semudah anak-anak di perkotaan dalam mengakses berbagai fasilitas, namun ternyata anak-anak di pedesaan tersebut tetap dapat berprestasi, dan memiliki keunggulan pada sisi lain, yakni dalam bidang sosial, daya juang, kreatifitas, dan keuletan.  

Para juri lomba tersebut sangat mengapresiasi karya-karya dari para mahasiswa UTY. Mereka salut dengan dengan kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan pesan-pesan dari setiap bagian film, serta pesan secara utuhnya.  Untuk ukuran pemula,  adegan-adegan yang dimainkan juga sudah bisa dikatakan baik dan memiliki alur yang jelas. Sedangkan dari pengambailan gambar, secara umum mahasiswa juga telah menampilkan teknik-teknik yang lumayan baik, dengan pemilihan angle yang tepat, kata para juri.

Dalam kesempatan terpisah,  Dr. Erik Iman U. Dekan Fakultas Bisnis dan Teknologi Informasi UTY menyampaikan apresiasinya atas kegiatan lomba film pendek tersebut.  Menguasai bidang teknologi informasi bagi mahasiswa teknik informatika merupakan hal yang wajib dan lumrah. Namun kemampauan memadukan berbagai macam teknologi dengan bidang lain merupakan hal yang unik. Dalam sebuah film tentunya dimulai dengan menemukan ide cerita yang menarik, ditunjang dengan packaging/pemeran dan adegan-adegan yang memiliki nilai seni tinggi. Selanjutnya diproses dan diolah dengan berbagai tool teknologi agar menjadi sesuatu yang menarik untuk dinikmati. Kemampuan memadukan berbagai aspek tersebut yang merupakan pembeda dan keunggulan bagi seorang ahli IT. Iapun berharap ke depan akan lebih banyak lagi kegiatan-kegatan kreatif mahasiswa, untuk pembelajaran aplikasi teknologi dalam berbagai bidang kehidupan.