UTY Rintis Kerjasama dengan PT di Rusia

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA didampingi para Wakil Rektormenerima kunjungan Dubes RI untuk Rusia Drs. H Wahid Supriyadi dan staf

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA didampingi para Wakil Rektor menerima kunjungan Dubes RI untuk Rusia Drs. H Wahid Supriyadi dan staff.

Duta Besar RI untuk Rusia, Drs H Wahid Supriyadi kembali datang ke Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Kehadirannya ke Kampus 1 UTY di Jombor Yogyakarta,  Jum’at 24 Februari 2017 tersebut, untuk meningkatkan penjajakan sebelumnya  dalam merintis kerjasama antara UTY dengan perguruan tinggi (PT) di Rusia. Kehadiran Dubes RI untuk Rusia tersebut disambut langsung oleh Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM,Ak, CA yang didampingi para Wakil Rektor, terdiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr.Ir. Arief Hermawan, MT, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan SDM Bahagia Tarigan, SE., MSi, Akt, CA, CPA, dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Drs. Surya Darmawan, MM.

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setawan, MM., Akt., CA berbincang akrab denga Dubes RI untuk Rusia Drs. H Wahid Supriyadi didampingi staf

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setawan, MM., Akt., CA berbincang akrab denga Dubes RI untuk Rusia Drs. H Wahid Supriyadi didampingi staf

Pada kesempatan itu Wahid Supriyadi kembali menyampaikan kesiapannya untuk membantu dan  memfasilitasi UTY dalam merintis kerjasama dengan Perguruan Tinggi di Rusia. Wahid mengatakan bahwa  banyak perguruan tinggi di Rusia yang berkualitas terutama dalam bidang teknologi.  Adapun kehadirannya kembali ke UTY kali ini karena tertarik dengan komitmen kuat UTY untuk menjalin kerjasama internasional, sebagaimana yang telah dijalankan selama ini, jelasnya.

Wahid Supriyadi mengakui bahwa sampai saat ini masyarakat pada umumnya, memang lebih banyak mengenal Amerika dan Eropa sebagai destinasi studi lanjut dibandingkan Rusia. Padahal menurutnya banyak keuntungan jika kerjasama dan studi lanjut di Rusia. Biaya studi di Rusia jauh lebih kompetetif dibandingkan biaya studi di Eropa maupun di Amerika. Sedangkan kualitas pendidikan bisa dikatakan sama, bahkan beberapa jurusan lebih unggul. Satu keuntungan tersendiri khusus bagi bangsa Indonesia, yakni pemerintah dan masyarakat Rusia sangat menghargai bangsa Indonesia dan mereka merasa memiliki kedekatan budaya dengan Indonesia, ” tambah Wahid.

Rektor UTY menerima cinderamata dari KBRI Rusia yang diserahkan Dubes RI untuk Rusia

Rektor UTY menerima cinderamata 'Matryoshka' bergambar Presiden-presiden RI mulai Ir. Soekarno sampai Ir. Joko Widodo, dari KBRI untuk Rusia yang diserahkan Dubes RI untuk Rusia

Wahid Supriyadi menyebutkan bahwa antusiasme masyarakat Rusia menyambut kehadiran orang-orang Indonesia, salahsatunya dapat dilihat saat penyelenggaraan Festifal Indonesia Agustus 2016 lalu. “Sambutan masyarakat di Moskow sungguh luar biasa” kata Wahid Supriyadi. Mereka sangat antusias dan tertarik dengan berbagai produk dan karya bangsa Indonesia. “Pada tahun 2017 ini Festifal Indonesia akan kembali digelar, dengan waktu penyelenggaraan pada 4-6 Agustus 2017,” jelas Wahid Supriyadi.

Sementara itu Rektor UTY, Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM Ak CA menyambut positif tawaran dan bantuan dari KBRI untuk merintis kerjasama dengan PT di Rusia, khususnya dalam pengiriman studi lanjut bagi dosen-dosen UTY. Menurutnya masarakat masih banyak yang memandang Rusia, sebagaimana jaman dulu. Sehingga perlu perubahan mindset dalam memandang Rusia saat ini. Ia menyampaikan bahwa prospek kuliah di Rusia sangat menjanjikan, dan sangat layak untuk ditindaklajuti dengan kegiatan nyata. Adapun tawaran untuk melakukan pertukaran dosen merupakan tawaran yang sangat menarik. “Tahun lalu satu orang dosen UTY Dr. Radjaban juga telah mengajar selama satu semester di Kroasia dalam program pertukaran dosen” ungkap Bambang Moertono.