Menyelami Perekonomian UKM lewat International Joint Internship Program

Mahasiswa Deakin University akrab dengan mahasiswa UTy yang menjadi pendamping magang

Mahasiswa Deakin University akrab dengan mahasiswa UTY yang menjadi pendamping magang

Sudah keempat kalinya Deakin University Australia mengirimkan mahasiswanya untuk magang bersama mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta. Tanggapan yang positif dari Deakin University terhadap program magang yang bertajuk “International Joint Internship Program” (IJIP) batch sebelumnya, membuat Deakin University mengirimkan lebih banyak mahasiswanya untuk mengikuti IJIP batch keempat ini. Sebanyak 17 mahasiswa Deakin University datang ke Yogyakarta untuk magang di beberapa lembaga yang telah menjadi mitra UTY.

Salah satu grup yang terdiri dari 5 mahasiswa Deakin dan 2 mahasiswa UTY ditempatkan di BPR Danagung Bakti. Pekerjaan mereka selama magang adalah mengunjungi beberapa klien BPR Danagung Bakti. Dari kunjungan tersebut, pihak BPR menjelaskan tentang detail pinjaman yang saat ini sedang diberikan kepada klien. Selain itu, klien juga menunjukkan proses produksi usaha mereka. Staf BPR juga menunjukkan cara mereka bertransaksi secara elektronik menggunakan perangkat EDC (Electronic Data Capture). Dengan menggunakan EDC, staf BPR tidak perlu menulis jumlah setoran kepada klien serta klien bisa mengetahui secara langsung berapa jumlah saldo tabungan mereka setelah melakukan setoran.

Mahasiswa Deakin University melakukan survey kelayakan usaha dari calon customer BPR Danagung Bakti

Mahasiswa Deakin University melakukan survey kelayakan usaha dari calon customer BPR Danagung Bakti

Grup lain yang terdiri dari 4 mahasiswa Deakin dan 2 mahasiswa UTY ditempatkan di PT. Yogya Teknikama Presisi Industri (YPTI). Selama magang, mereka melakukan marketing research, sekaligus menganalisis produk apa saja yang dibutuhkan pasar Australia yang bisa dipenuhi oleh YPTI. YPTI sendiri merupakan perusahaan industri tingkat menengah yang memproduksi beragam benda berbahan dasar plastik. Setelah melakukan riset, diketahui bahwa salah satu permintaan besar dari pasar Australia adalah perangkat pendukung K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja) seperti safety helmet dan goggles atau kacamata keselamatan. Mereka juga mendiskusikan tentang bagaimana cara untuk menjangkau pasar Australia serta membuat YPTI lebih dikenal oleh perusahaan-perusahaan di Australia.

Sementara itu, terdapat juga grup yang terdiri dari 8 mahasiswa Deakin dan 4 mahasiswa UTY masing-masing di PT. Karya Sehati Utama (KSU) dan di PT. Sari Rosa Asih, serta di Bothwell Furniture yang terdiri dari 2 mahasiswa Deakin dan 1 mahasiswa UTY. Suatu hal yang spesial bagi grup yang melakukan magang di PT. KSU, mereka juga berpartisipasi dalam Pameran Properti “Spektakuler Property Expo” di Ambarrukmo Plaza yang diselenggarakan oleh REI (Real Estate Indonesia) selama 12-17 April 2017. Dalam pameran tersebut, mereka melakukan survey kepada pengunjung pameran tentang minat masyarakat terhadap perumahan seperti tipe perumahan dan fasilitas yang diinginkan dalam perumahan tersebut.

Angila Pradhan, salah satu mahasiswa Deakin yang mengikuti magang di YPTI mengaku senang bisa mengikuti kegiatan IJIP kali ini. Apalagi, pihak YPTI banyak membantu mereka dalam menjelaskan produk dan marketing research. Sehingga apa yang mereka lakukan selama magang dapat bermanfaat dan tepat sasaran bagi YPTI. Courtney Spence-Weightman, mahasiswa Deakin yang mengikuti magang di BPR Danagung Bakti mengaku baru pertama kalinya pergi bersama pihak bank untuk mengunjungi klien. Satu hal yang agak berbeda antara Indonesia dan Australia, pada sebuah usaha pembuatan patung di wilayah Ambarrukmo ia mengaku heran karena pekerja tidak mengenakan perlengkapan K3 dalam pengerjaan patung. Padahal di Australia, ujarnya, perusahaan yang ketahuan tidak menyediakan perlengkapan K3 bagi pekerja bisa dikenakan denda sebesar AUD 100.000 (Sekitar Rp 1.000.000.000) dan ancaman penutupan usaha secara sepihak oleh pemerintah.Secara keseluruhan ia sangat senang bisa mengunjungi klien, melihat proses usaha klien serta berinteraksi dengan klien karena tidak ada pekerjaan sejenis dalam bank di Australia, pungkasnya.

Dr. Eko Setyo Humanika, M.Hum Deputy Rektor UTY Bidang Kerjasama Internasional menyampaikan bahwa ada kemanfaatan yang besar dari program international Joint Internship tersebut.  Manfaat bagi mahasiswa Deakin University, mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar model-model bisnis khas Indonesia yang tidak ada di Australia. Adapun manfaat bagi mahasiswa UTY, bisa mengasah kemampuan analisis bisnis dengan cara pandang internasional melalui diskusi kasus-kasus sekama magang. Hal ini secara otomatis dan efektif, meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Interaksi mereka selama magang, baik mahasiswa UTY maupun Deakin University, memberikan pengalaman dan pemahaman budaya Indonesia dan Australia yang sangat berharga. (cross cultural understanding).  Sedangkan manfaat bagi UTY, berupa pengembangan kerjasama dengan universitas-universitas terkemuka di tingkat international.