Mahasiswa Teknik Sipil UTY Bersaing Dengan ITB dan ITS

Mahasiswa ITB, ITS dan UTY menerima penghargaan dan hadiah

Mahasiswa ITB, ITS dan UTY menerima penghargaan dan hadiah

Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) boleh berbangga karena mahasiswanya mampu bersaing dengan Universitas-universtas ternama di Indonesia dalam ajang ‘National Seaport Design Competition’ yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Kalimantan (ITK).  Final lomba tersebut diselenggarakan pada tanggal 2-4 Mei 2017.

“Berhasil menjadi lima besar bersama perguruan-perguruan tinggi negeri ternama saja sudah membanggakan, apalagi bisa menjadi tiga besar nasional” kata Dr. Ir. Arief Hermawan, MT Wakil Rektor UTY Bidang Akademik. Arief Hermawan menyampaikan bahwa setelah melalui beberapa tahap penyisihan dalam kompetisi tersebut,  akhirnya Team UTY masuk lima besar, yang terdiri  Delta Team dari Universitas Negeri Malang, Sawunggaling dari Institut Teknologi Bandung, Satuha Port dari Universitas Teknologi Yogyakarta, Sogo dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember , dan Twin Automata dari Universitas Diponegoro.

Arief Hermawan menyampaikan, dalam kompetisi yang bertajuk “Inovasi Pengelolaan Daerah Pesisir Demi Kemajuan Masyarakat Sekitarnya” tersebut Team UTY yang terdiri dari Astiningrum Dwi Prastuty, Prawira Mukti Wibiesana, Rizky Dwi Iryandi, dengan dosen pembimbing Puji Utomo, ST, M.Eng, Adwiyah, ST, M.Eng, dan Algazt Sagala ST, M.Eng berhasil menjadi juara 3. Sedangkan juara 1 diraih oleh team mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Juara 2 dari ITS Surabaya.

Menurut Arief Hermawan keberhasilan ini bisa menjadikan indikasi bahwa kualitas mahasiswa UTY dapat disejajarkan dengan mahasiswa dari universitas-universitas ternama di Indonesia. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi lecutan semangat untuk bisa berprestasi lebih baik lagi di masa depan.  

Ahmad Yani, Ph.D Kaprodi Teknik Sipil UTY menyampaikan bahwa dalam kompetisi tersebut team UTY mengusung konsep desain ‘green seaport’. Ia mengungkapkan bahwa konsep tersebut dipilih karena masalah yang dihadapi di seluruh dunia saat ini adalah semakin langka dan terbatasnya sumberdaya alam dan energi. Green Seaport yang dirancang team UTY menekankan pada efisiensi penggunaan material pada saat pembangunan dan efisiensi energi pada saat penggunaan pelabuhan nantinya. Selain itu pelabuhan juga dirancang dapat menekan sekecil mungkin bangunannya berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Ahmad Yani menyampaikan bahwa secara umum konsep Green Building merupakan konsep masa depan, sejalan dengan semakin meningkatnya kesadaran manusia terhadap kelestarian lingkungan dan kelangkaan energi.

Astiningrum menjelaskan bahwa setiap team dituntut untuk membuat konsep perencanaan pelabuhan Klotok, Kampung Baru, Balikpapan, Kalimantan Timur. Terkait dengan kearifan lokal, dalam kompetisi tersebut Team UTY menerapkan konsep Open The Borneo (pelabuhan terbuka) yang diperuntukan untuk penumpang dan menampung barang dengan kapasitas 2 kapal 750 dwt”.  Konsep tersebut dituangkan dengan mengambil ikon burung Rangkong yang merupakan burung khas Kalimantan sebagai ornamen pada pelabuhan tersebut.