Mendekati Narkoba Sama Halnya Mendekati Penderitaan

Para Pembicara seminar masalah narkoba menyampaikan materi di UTY

Para Pembicara seminar masalah narkoba menyampaikan materi di UTY

Bertempat di Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), hari Kamis 27 April 2017 telah diselenggarakan Seminar Bertema “Membangun generasi Muda Yang Lebih Baik, Putuskan Rantai Narkoba”. Seminar tersebut diselenggarakan atas kerjasama Forum Gerakan Bebas Narkoba UTY dengan Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat)  Yogyakarta,  Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi DIY, dan Rumah Sakit Jiwa Ghrasia, Yogyakarta.

Aga selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kini di UTY telah terbentuk Forum Gerakan Bebas Narkoba (FGBN).  Mereka yang tergabung dalam forum tersebut adalah mahasiswa-mahasiswa yang peduli akan bahaya narkoba, dan berkeinginan kuat untuk membantu terhadap sesama untuk melakukan pencegahan  terhadap penyalahgunaan narkoba. Kesadaran ini dilandasi fakta bahwa jumlah peredaran narkoba di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sedangkan jumlah pengguna terbesarnya adalah kalangan muda, termasuk pada usia mahasiswa. Aga meyakini bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba akan lebih efektif jika dilakukan secara bersama-sama baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Oleh karena itu maka kehadiran forum inipun diharapkan dapat menjadi salah satu elemen yang dapat memberikan kontribusi dalam mencegah penyalahgunaan narkoba khususnya di kalangan mahasiswa.

Terbentuknya forum mahasiswa anti narkoba tersebut mendapat apresiasi positif dari Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM, Akt. CA. Ia menyampaikan bahwa prosentase terbesar peredaran narkoba di Indonesia adalah generasi muda, termasuk mahasiswa. Mahasiswa yang selama ini baik-baik saja, bisa saja dipropaganda atau diiming-iming kemudian mencoba. Sehingga mereka menjadi korban. Bambang Moertono menyampaikan bahwa mahasiswa merupakan aset bangsa. Sehingga dapat dibayangkan bagaimana ancaman masa depan bangsa kita jika para generasi muda rusak karena terjerumus dalam penggunaan narkoba.  Menurutnya mahasiswa memiliki peran besar terhadap upaya pemberantasan narkoba, terutama dalam mensosialisasi dan memberikan pemahaman atas bahaya penggunaan narkoba kepada generasi muda.

Direktur RS Jiwa Ghrasia dr Etty Kumolowati, MKes memaparkan materi dengan pendekatan medis dan kejiwaan

Direktur RS Jiwa Ghrasia dr Etty Kumolowati, MKes memaparkan materi dengan pendekatan medis dan kejiwaan

Dalam seminar tersebut dr. Etty Kumolowati, MKes Direktur RS Ghrasia menyampaikan bahwa usia remaja merupakan usia yang rentan terhadap peredaran narkoba. Ia mengingatkan bahwa mendekati narkoba sama halnya dengan mendekati penderitaan. Untuk itu ia menyarankan kepada para peserta seminar untuk selalu ingat pesan-pesan orang tua dan menjadikan kuliah/belajar sebagai kegiatan utama. Terkait dengan besarnya bahaya narkoba tersebut, maka ia meminta kepada para peserta seminar, untuk mengatakan tidak pada narkoba. Bahkan terhadap rokok, karena tidak merokok menjadi lebih baik dan lebih sehat. Sedangkan dalam pergaulan sehari-hari ia menyarankan kepada mahasiswa agar memilih teman-teman yang baik. Ikutilah kegiatan-kegiatan positif yang banyak dilakukan di kampus, contohnya kegiatan seminar ini tidak usah terpancing dibilang ‘kuper’, jangan kuatir tidak ‘dianggap hebat’ oleh teman-teman, tegasnya.    

 

Sedangkan Heri Santoso, Spsi dari BNN Prop DIY  menyampaikan bahwa Indonesia saat ini sudah berstatus darurat narkoba. Meski telah banyak dilakukan penindakan terhadap kasus narkoba, namun ternyata tak mengurangi pengguna narkoba. Sehingga pencegahan, pemberantasan dan rehabilitasi bagi korban memiliki arti yang sama-sama penting. Haeri Santoso mengatakan bahwa mereka yang terjerumus dalam penyalahgunaan terdiri dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, mahasiswa, politisi, penegak hukum, pejabat hingga artis. Oleh karena itu diperlu ada langkah luar biasa ini, untuk memberantasnya. Menurutnya kini di Indonesia, telah saatnya menjadikan pemberantasan narkoba menjadi gerakan nasional dan prioritas pemerintah,  dengan melibatkan semua pihak.

Muhammad Rikazy, SH menyampaikan materi bahaya narkoba, dan trik-trik untuk pencegahan dan menjauhi narkoba

Muhammad Rikazy, SH menyampaikan materi bahaya narkoba, dan trik-trik untuk pencegahan dan menjauhi narkoba

Sementara itu Muhammad Rikazy, SH dari Dewan Pimpinan Daerah Granat DIY menyampaikan bahwa dulunya, ia merupakan pengguna narkoba, namun kini sudah tidak lagi menggunakannya. Rikazy menyampaikan bahwa keaktifannya dalam organisasi Granat didasarkan kepeduliannya kepada generasi muda Indonesia. Ia menjelaskan bahwa bahaya penyalahgunaan narkoba sudah jelas.  Yakni dalam jangka panjang akan kesakitan yang luar biasa, dan bahkan banyak diantaranya sampai kematian. Kepada para peserta seminar ia berpesan dengan sungguh-sungguh, agar generasi muda menjauhi narkoba.. Ia menambahkan bahwa mahasiswa harus hati-hati karena narkoba dapat dengan mudah beredar dimana-mana. Rikazy mengingatkan bahwa para bandar narkoba sangat jeli memanfaatkan peluang, kapan saja dan dimana saja. Oleh sebab itu antisipasinya juga di segala lini, terutama tempat kumpul-kumpul remaja, tambahnya.