Tingkatkan Keahlian Membuat Site Plan, dengan Kuliah Lapangan

Mahasiswa Arsitektur UTY praktik lapangan site planning

Mahasiswa Arsitektur UTY kuliah lapangan site planning di Tebing Breksi Kalasan Yogyakarta

Perencanaan tapak (site planning) merupakan seni menata lingkungan alam dan lingkungan buatan manusia, menjadi sesuatu yang indah dengan keharmonisan ekologi tanah, air, udara, tumbuhan, pengaturan ruang, perilaku sosial, dan struktur fisik.

Pemahaman yang kuat terhadap perancangan tapak merupakan bekal penting bagi seorang arsitek. Mengingat pentingnya pemahaman dan dan keahlian dalam membuat perencanaan tapak, maka  Prodi Arsitektur  Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) selalu melengkapi mata kuliah perencanaan tapak dengan praktik lapangan. Pada semester genap tahun akademik 2016/2017 ini, praktik lapangan mengambil lokasi di Tebing Breksi Kalasan Yogyakarta. Dipilihnya lokasi tersebut  karena memiliki kontur yang menantang untuk ditata menjadi lokasi pemukiman yang ideal, dan tidak jauh dari perkotaan.

Koordinator dosen perencanaan tapak UTY, Cinthyaningtyas Meitasari, ST., MT menyampaikan bahwa  Mata kuliah Perancangan Tapak merupakan mata kuliah pada semester 2 yang  mempelajari tentang dasar-dasar bagaimana mendesain tapak skala mezo dengan dasar-dasar landscaping dan rekayasa site, aplikasi dalam berbagai kasus perencanaan tapak, karakteristik iklim mikro, aplikasi perancangan pertanaman, metode rekayasa site, serta penerapan detail dalam tapak. Site yang akan dipakai adalah meliputi site pada skala mezo yang meliputi site bangunan rumah tinggal, bangunan komersial, dan lain sebagainya, dengan luas pada umumnya berkisar antara 2000 m2– 4000 m2.

Menurut Cinthyaningtyas Meitasari, ST., MT pengalaman di lapangan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami karakteristik tapak secara langsung (on site), teknis analisis serta mampu mengaplikasikan dalam kasus perencanaan tapak. Selain itu mahasiswa juga dapat menerapkan faktor perancangan ruang luar dengan menerapkan konsep land development, dan menerapkan sistem drainase dengan memilih serta menganalisa site (skala mezo).

Dari analisa tersebut mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan kemampuannya untuk menggambar sistem sirkulasi dan gubahan massa, menggambar sketsa landscape, menggambar sirkulasi internal dan parkir, menggambar detail paving material, walls, sclupture, fonatains and pools.  Disamping itu mahasiswa dituntut dapat menggambar detail lighting,  seating and out door lecture area, tree planters dan pots, tambah Cinthyaningtyas.

Kaprodi Arsitektur UTY Hestin Mulyandari, ST., MT, menyampaikan bahwa kuliah lapangan site planning yang berlangsung beberapa hari lalu tersebut diikuti  oleh 14 dosen, 7 asisten dan 288 mahasiswa, dengan agenda mengukur kontur, pemetaan dan penggambaran site. Ia mengungkapkan bahwa banyaknya porsi praktik lapangan yang diterapkan oleh Prodi Arsitektur UTY selama ini, telah menjadikan keunggulan tersendiri dalam membekali mahasiswa agar lebih siap memasuki dunia kerja.