Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim DIY

Drs. KH Henri Sutopo ceramah di UTY

Drs. KH Henri Sutopo ceramah di UTY

Sudah menjadi agenda rutin tahunan dalam beberapa tahun terakhir ini, setiap Ramadhan Universitas Teknolgi Yogyakarta (UTY) menyelenggarakan acara bersama anak-anak yatim yang tinggal di Panti-panti Asuhan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.  Adapun agenda pada Ramadhan tahun ini diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 10 Juni 2017 di Masjid Kampus 1 UTY. Kegiatan yang dikemas pada kegiatan Peringatan Nuzulul Qur’an, dengan acara pengajian dan dan buka puasa bersama anak yatim DIY tersebut dihadiri sekitar 1.500 anak yatim yang berasal dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulonprogo dan Kabupaten Gunungkidul hadir pada acara tersebut.  Pengajian akbar diisi oleh Bapak Drs. KH Henri, Sutopo Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Usai berbuka dan sholat magrib bersama disampaikan pemberian santunan kepada panti-panti asuhan yang diundang pada acara tersebut.

Jamaah di Masjid Kampus 1 UTY mendengarkan ceramah  Drs. KH Henri Sutopo

Jamaah di dalam Masjid Kampus 1 UTY mendengarkan ceramah Drs. KH Henri Sutopo

Dalam sambutannya, Drs. H Iskandar Abdurrahman Pengurus Yayasan Dharma Bhakti IPTEK yang menaungi UTY menyampaikan bahwa kegiatan mengundang anak-anak yatim tersebut merupakan bentuk kepedulian UTY sekaligus berbagi kebahagiaan. Dalam kesempatan itu pula, tidak lupa Iskandar Abdurrahman mohon do’a semoga seluruh keluarga besar UTY dapat selamat dan bahagia dunia akhirat.  Begitu pula seluruh pimpinan, dosen, dan karyawan UTY dapat dimudahkan dalam menjaga dan melaksanakan amanah yang sangat mulia yakni amanah pendidikan kepada mahasiswa.

Dalam tausiahnya, KH Henri Sutopo menyampaikan bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang istimewa. Di bulan Ramadhan Alloh menjanjikan pahala yang berlipat-lipat dari amal ibadah manusia. Selain itu terdapat peristiwa Nuzulul Qur’an atau turunnya wahyu Al Quran pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira.

KH Henri Sutopo menyampaikan Alquran, mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia menjelaskan, betapa hebat dan sempurnanya Al Qur’an. Ia menyebutkan Al Qur’an yang selalu dipelihara dari terjadinya perubahan dan selalu terjaga keasliaannya, berisi ajaran dan petunjuk Allah SWT untuk seluruh umat manusia di segala zaman. Iapun membandingkan dengan kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan untuk kaum tertentu, maka Al Qur’an diturunkan untuk umat manusia sampai hari kiamat. Selain itu, dari segi tatabahasanya, Al Qur’an tidak ada yang menandingi kesempurnaanya, yakni bahasanya tertata, mudah diucapkan dan indah dirasakannya. Sehingga banyak orang mudah menghafalkannya. 

Jamaah pengajian akbar yang terdiri anaka-anak yatim dari wilayah DIY, dosen dan karyawan UTY dan umum, meluber sampai luar Masjid Kampus 1 UTYsampai luar masjid

Jamaah pengajian akbar yang terdiri anaka-anak yatim dari wilayah DIY, dosen dan karyawan UTY dan umum, meluber sampai luar Masjid Kampus 1 UTYsampai luar masjid

Di hadapan anak-anak yatim ia menyebutkan beberapa surat pendek dengan akhiran ayatnya berbunyi sama diantaranya, surat An-Naas, yang semua ayatnya diakhiri dengan bacaan : naas, surat Al-Kautsar yang semua ayatnya diakhiri dengan bacaan : ar, dan beberapa surat lainnya yang berakhiran dengan bunyi bacaan sama atau saling terkait.

Menurutnya Al Qur’an yang sudah berumur 1400 tahun ini, selalu cocok dan nyaman dibaca di segala acara. Begitu pula, Al Qur’an tidak pernah membosankan jika dibaca. Ia mencontohkan bahwa saat menjadi santri, dirinya merupakan pecinta bacaan komik Kho Ping Hoo, dan kisah Nogososro Sabuk Inten karya SH Mintareja. Akan tetapi kalau sekarang disuruh baca lagi, ia sudah merasa bosan. Begitu pula lagu-lagu yang dahulu sangat ngetop, sekarang menjadi usang.

Namun tidak demikian dengan Al Qur’an. Sampai saat ini, ia selalu rutinkan membaca Al Qur’an setiap hari. Semakin sering membaca, rasanya semakin nyaman dan semakin ketagihan untuk membaca, dan mempelajarinya lebih jauh lagi. Itulah hebatnya Al Qur’an yang turunnya untuk pertaman kalinya selalu diperingati umat manusia, dengan Nuzulul Qur’an, jelas KH Henri Sutopo.