Shalat Idul Fitri 1438 H Bersama Menristekdikti RI

Belasan Ribu jamaah Sholat Idul Fitri Memenuhi Masjid dan Halaman Kampus UTY yang luas

Belasan Ribu jamaah Sholat Idul Fitri 1438 H memenuhi Masjid dan halaman Kampus UTY yang luas

Belasan ribu jamaah yang berasal dari masyarakat Jombor, Mlati, Sleman Yogyakarta dan sekitarnya mengikuti sholat Idul Fitri 1438 H di Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Sholat Idul Fitri tersebut dipimpin / diimami oleh Ustad Herfan Said, SAg, yang pernah menjadi juara 1 Musabaqoh Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional. Sedangkan  khotib oleh  Prof. H. Muhammad Nasir, PhD, Akt. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI.

Menristekdikti RI, Prof. H. Muhammad Nasir menyampaikan khutbah Idul Fitri di Masjid Besar Kampus 1 UTY

Menristekdikti RI, Prof. H. Muhammad Nasir PhD, Akt. menyampaikan khutbah Idul Fitri di Masjid Besar Kampus 1 UTY

Dalam khotbah yang bertajuk “Kebhinekaan Dan Anti Radikalisme”, Prof. Muhammad Nasir yang juga merupakan seorang alumni pondok pesantren, menyampaikan bahwa bangsa Indonesia merupakan bangsa yang besar. Dengan jumlah penduduk 257 juta jiwa, yang terdiri dari 714 suku dan 1.100 bahasa daerah yang tersebar di 17.000 pulau, sangatlah tepat jika Indonesia  memiliki moto yang harus kita junjung bersama yakni “Bhineka Tunggal Ika”.

Lebih lanjut Prof. Muhammad Nasir menyampaikan bahwa kebhinekaan Indonesia merupakan sebuah keajaiban dunia. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa umat islam yang merupakan jumlah mayoritas penduduk Indonesia tersebut, merupakan pemegang peran penting sepanjang sejarah dalam menjaga kebhinekaan Indonesia. Hal ini karena pluralitas dan masalah keterbukaan merupakan konsekuensi keimanan dalam islam sebagai ummatan wasathan (umat yang moderat). Semangat menghormati kebhinekaan dan persatuan bangsa adalah modal sosial bangsa yang wajib kita jaga bersama,ungkapnya.

Untuk menjaga dan merawat kebinekaan Indonesia tersebut, Prof. Muhammad Nasir dalam khotbahnya menyampaikan 4 kaidah hidup bersama menurut islam. Pertama saling menghormati dan saling berinteraksi baik sesama umat islam maupun dengan umat lainnya. Kedua, berahlak mulia dalam berinteraksi terhadap sesama tanpa membedakan suku ras dan agama. Ketiga, menunjung tinggi azas keadilan dengan dasar nilai kemanusiaan yang mutlak. Keempat, tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari.

Mengakhiri khotbahnya Prof. Muhammad Nasir mengingatkan bahwa dalam iklim keterbukaan dan kebebasan yang luas saat ini, kita perlu mencermati tumbuhnya sikap radikalisme, dalam bentuk pemaksaan kehendak dengan jalan kekerasan dan menempuh jalan di luar jalur konstutional. Dengan berlandaskan bahwa islam merupakan agama yang damai, yang memiliki karakter anti kekerasan dan anti kerusakan, maka Prof. Muhammad Nasir mengajak para jamaah sholat idul fitri di Masjid Kampus 1 UTY, untuk selalu berupaya untuk menjadi seorang muslim yang saleh yang memiliki jati diri, sikap dan kepedulian sosial terhadap sesama. Jika muslimin-muslimat di Indonesia memiliki sikap dan kepedulian seperti ini, kita yakin Alloh akan jadikan bangsa Indonesia ini menjadi bangsa yang baldatun thoyyibatun, warobbun ghofur, jelasnya.     

Jamaah Sholat Idul Fitri 1438 H di dalam Masjid Besar UTY

Jamaah Sholat Idul Fitri 1438 H di dalam Masjid Besar UTY

Sementara itu, di Kampus 2 UTY Jl. Glagahsari Yogyakarta juga diselenggarakan sholat Idul Fitri 1438 H. Sekitar empat ribuan jamaah dari wilayah Glagahsari, Umbulharjo Yogyakarta dan sekitarnya, mengikuti sholat Idul Fitri tersebut. Khotib pada sholat Idul Fitri di halaman Kampus 2 UTY oleh Ustadz Dr. Jazilus Sakhok, Pengasuh Pondok Pesantren Pandanaran Sleman Yogyaka. Adapun tema khotbah Jazilus Sakhok adalah “Keharmonisan dan Memaafkan, Kunci Persatuan-Kesatuan”.