UTY Tanamkan Budaya Organisasi Yang Dinamis dan Kuat

Dr. Hj. Zulhawati, MM Ketua Yayasan Dharma Bhakti IPTEK memberikan sambutan

Dr. Hj. Zulhawati, MM Ketua Yayasan Dharma Bhakti IPTEK memberikan sambutan

Menjelang Tahun Ajaran  2017/2018, Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) mengadakan acara Workshop bertajuk “Penanaman Budaya UTY”. Acara ini dihelat selama dua hari (13 – 14 Juli 2017) di ruang seminar Kampus 1 UTY, yang dihadiri oleh Pengurus Yayasan Dharma Bhakti IPTEK, Rektor dan seluruh unsur  Pimpinan UTY, seluruh tenaga pendidik (dosen) dan tenaga kependididkan (karyawan) UTY.

Untuk membekali pemahaman para dosen dan karyawan,  khususnya dosen dan karyawan yang baru diangkat pada tahun ini, diberikan berbagai penjelasan terkait sejarah Yayasan Dharma Bhakti IPTEK (YDB IPTEK), dan Universitas Teknologi Yogyakarta.  Ketua Yayasan Dharma Bhakti IPTEK, Dr. Hj. Zulhawati, MM juga memberikan semangat untuk bekerjasama membangun UTY dengan menjunjung budaya kekeluargaan yang mendalam sehingga seluruh jajaran dosen dapat saling mengenal dan akrab.

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM, Akt., CA memaparkan materi Budaya Organisasi

Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM, Akt., CA memaparkan materi Budaya Organisasi

Dalam paparannya, Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM, Akt., CA menyampaikan bahwa  budaya organisasi yang kuat dan dinamis, akan menjadi kunci keberhasilan suatu organisasi.  Sehingga ia akan senantiasa menanamkan dan membangun budaya UTY yang kuat dan dinamis, yang berisi acuan sikap dan perilaku kehidupan sehari-hari dalam bekerja. Menurutnya, membangun budaya UTY, tidak lepas dari upaya membangun kebersamaan dan kesetiaan terhadap UTY. Untuk itu ia akan fokus pada pembenahan dan perbaikan internal, baik dalam penataan organisasi, penetapan aturan-aturan, pelayanan kepada mahasiswa, maupun pemenuhan fasilitas-fasilitas pelayanan kepada mahasiswa. “Terciptanya budaya organisasi yang kuat dan dimanis akan menghasilkan kinerja yang baik serta memberikan kenyamanan lahir dan batin seluruh civitas academika UTY dalam bekerja, ungkap Bambang Moertono.

Dalam kesempatan itu Bambang Moertono menyerukan jargon “UTY Hebat!” untuk menjadi dasar semangat menjalankan visi dan misi UTY dalam upaya memajukan mutu/kualitas UTY. Mengupayakan terwujudnya keunggulan setiap program studi dari seluruh fakultas secara merata termasuk program studi yang masih tergolong baru seperti Hubungan Internasional dan Ilmu Komunikasi.

Lebih lanjut Bambang Moertono mengatakan, penanaman budaya UTY tidak hanya dilekatkan sebagai tanggung jawab akademis dalam kegiatan belajar dan mengajar saja, tetapi juga dalam upaya merangkul mahasiswa untuk dapat bekerjasama menciptakan atmosfer pendidikan yang baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus. Sehingga, diharapkan mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademis tetapi juga dapat membangun karakter yang penuh percaya diri bersaing secara kompetitif dalam dunia kerja pada tahap selanjutnya.

Pada momen ini, juga diperkenalkan 60 dosen baru yang mengampu berbagai program studi. Para dosen baru yang sebagian besar merupakan pengajar muda ini diberikan pengarahan untuk dapat secara aktif menumbuhkan semangat kekeluargaan. Komunikasi menjadi kunci utamauntuk melancarkan segala kegiatan yang menjadi program peningkatan kualitas UTY menuju UTY Hebat.

Tidak hanya workshop untuk para dosen, pada hari kedua diadakan workshop untuk para karyawan dari seluruh jajaran. Penanaman budaya ini bermanfaat untuk meningkatkan motivasi kerja untuk mencapai target yang diharapkan sehingga UTY terus berkemajuan dan bersaing dengan universitas lain di tingkat local maupun nasional. Peningkatan kedisiplinan dan komitmen menjadi kunci untuk memajukan pelayanan universitas dalam setiap aspek yang mendukung.

Guna menumbuhkan komitmen dan keakraban di kalangan keluarga besar UTY, Bambang Moertono menyampaikan bahwa mulai tahun ajaran 2017/2018 ini akan diadakan program keakraban rutin setiap hari Sabtu pagi.  Adapun agendanya, minggu pertama olahraga bersama tingkat universitas, minggu ketiga siraman rohani tingkat universitas, minggu kedua dan keempat kegiatan keakraban di tingkat fakultas. Adapun perkuliahan pada hari Sabtu dimulai jam 09.30. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat memberikan penyegaran fisik maupun rohani sekaligus kekeluargaan dan keakraban bersama, sehingga para dosen dan karyawan dapat menjalankan program yang ditergetkan dengan capaian kinerja yang optimal, ungkap Bambang Moertono.