Dosen Arsitektur UTY Juara Desain Masjid Agung Kawasan Perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan

Dari Ki-Ka : Kelik Sugiarto Atmaja, Irwan Tudha Hadinata, Widi Cahya Yudhanta, Dwi Aryo, Fardan Harminy, Vidya Spay, Panitia dari Dinas PU Kalimantan Selatan

Dosen, Alumni dan mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) berhasil kembali sukses memenangi kompetisi tingkat nasional. Kali ini alumni dan mahasiswa Arsitektur UTY berhasil menjadi juara 1 dan 2 pada Sayembara Desain Masjid Agung Kawasan Perkantoran Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Sayembara yang ditangani oleh Dinas Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan tersebut berhadiah Rp. 122,5 Juta, diikuti oleh 207 peserta, yang terdiri dari para dosen, mahasiswa dan profesional arsitektur yang berasal dari seluruh Indonesia. Hasil dari sayembara tersebut selanjutnya akan dijadikan Detail Engineering Design (DED) dalam pembangunan Masjid tersebut, kata Desrina Ratriningsih, ST., MSc Kaprodi Arsitektur UTY.

Desain Masjid Al Khalifa karya Widi Cahya

Presentasi karya desain dari para nominator dilakukan di Kantor Dinas Cipta Karya Provinsi Kalimantan Selatan 9-10 Agustus 2017 lalu. Dari desain dan presentasi para nominator, ditetapkan Juara 1 diraih oleh Widi Cahya Yudhanta, ST, MSc dosen Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY). Dalam Sayembara tersebut Widi Cahya mengusung karya yang diberi judul Al-Khalifah. Karya tersebut mengambil konsep atau tema Khalifah yang berarti pemimpin. Masjid tersebut dirancang berada pada kawasan pemerintahan yang merupakan tempat berkumpulnya para pemimpin yang mengantur pemerintahan. Pemimpin dalam konteks keislaman disebut “Khalifah”. dimana Sang Khalifah bertugas memberi keamanan, keadilan serta mengatur tata kelola jalannya pemerintahan.

Alkuturasi budaya dalam perkembangan masjid menjadi sebuah kearifan lokal dalam sebuah keberadaan islam pada suatu tempat. Nilai budaya menjadi sesuatu yang istimewa yang bersanding baik dengan nilai nilai agama islam yang mengedepankan kebijaksanaan dalam ajarannya. Perpaduan limasan tumpang tiga dengan simbol dari burung enggang yang berada/bertengger di atas pohon hayat. Adapun arsitektur vernakular, tradisianal dan modern menjadi masjid sebagai icon kawasan yang tetap sederhana, jelas Widi Cahya.

Desain Masjid Karya Vidya Spay dkk, menjadi juara 2

Sedangkan juara Juara 2 juga diraih oleh Tim dari UTY, yang diketuai oleh Vidya Spay Putri Ayuningtyas, ST, MaHS (dosen Arsitektur UTY) dengan tim dari alumni mahasiswa Arsitektur UTY, Fardan Harmoni, S.Ars dan Dwi Aryo Nugroho,S.Ars serta mahasiswa Arsitektur UTY, Kelik Sugiarto Atmaja. Mereka mengangkat konsep masjid yang memakmurkan & meramaikan masyarakat serta masyarakat yang memakmurkan & meramaikan masjid. Dialektika antara masjid, masyarakat dan budaya tentang bagaimana saling mengisi satu sama lain, saling memakmurkan dan meramaikan sehingga menstimulus terjalinnya suatu hubungan yang menerus, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang mengakomodasi berbagai macam kegiatan keagamaan, sosial, budaya dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Desrina sangat mengapresiasi kesuksesan dua dosen Arsitektur beserta alumni dan mahasiswa UTY tersebut, yang telah menunjukkan kepiawaiannya dalam memadukan antara permintaan penggunaan ruang, filosofi dasar dari bangunan, kearifan budaya lokal, dan teknologi ramah lingkungan menjadi sebuah bangunan dengan konsep arsitektur yang matang. Keberhasilan menjadi juara dengan mengalahkan ratusan desain dari para arsitek profesional menunjukkan bahwa kemampuan dosen, alumni dan mahasiswa UTY  membanggakan. Keberhasilan ini juga menjadi bukti kualifikasi Arsitektur UTY yang kini berakreditasi A, tambah Desrina.