FST UTY Kembangkan Pasangsari Jadi Desa Wisata

Mahasiswa UTY di gerbang Desa Wisata Pasangsari

Pembangunan desa wisata saat ini, sangat cocok dengan tren pariwisata yang terjadi hampir di seluruh dunia. Wisatawan kini banyak yang lebih menyukai suguhan suasana desa yang alami, sederhana dan apa adanya, dibandingkan dengan pelayanan hotel berbintang dan hiruk pikuk modernitas perkotaan.

Mahasiswa UTY di Curug Gloyor

Salah satu Desa yang sangat potensial untuk dikembangkan menjadi desa wisata adalah Desa Pasangsari Kec. Windusari Kab. Magelang Jawa Tengah. Desa yang terletak di  lereng Gunung Sumbing tersebut mempunyai potensi alam dan wisata yang sangat indah. Setidaknya memiliki 7 objek yang sangat potensial untuk dijadikan tempat wisata, diantaranya Air Terjun (Curug) Mina, Curug Slamet, Curug Gleyor, Mata Air Pasangsari, dan Hutan Pinus Gunung Giyanti. Namun hingga kini desa tersebut belum digarap dengan baik untuk menjadi desa wisata.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat, Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Teknologi Yogyakarta (FST UTY) tergerak untuk mengembangkan desa tersebut menjadi desa wisata.  Untuk itu, baru-baru ini sebanyak 55 mahasiswa melakukan kegiatan pengabdian masyarakat selama 5 hari di Desa Pasangsari, dengan inisiatif menjadikan desa tersebut menjadi desa wisata.

Ferida Yuamita, ST, MT sedang memberikan workshop bagi pelaku UMKM dan Pemuda Pasangsari

Ferida Yuamita, ST, MSc, Kaprodi Teknik Industri UTY menyampaikan bahwa mahasiswa UTY bekerjasama dengan karang taruna, perangkat desa, dan masyarakat setempat, merancang Masterplan Pengembangan Potensi Wisata. Dalam kesempatan itu pula, para mahasiswa UTY bersama masyarakat desa Pasangsari mendirikan gapura selamat datang dan penunjuk arah, serta memperbaiki dan meratakan jalan-jalan guna mempermudah para wisatawan mengunjungi lokasi wisata tersebut. Selain itu juga, dan mendirikan rumah pohon sebagai gardu pandang untuk melihat keindahan alam di sekitar Pasangsari. Untuk mempromosikannya, dilakukan upaya melaui social media, publikasi cetak, dan promosi lainnya, ungkap Ferida.

Selain mengembangkan Desa Wisata, para mahasiswa UTY yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) UTY tersebut juga berupaya mendukung pengembangan usaha mikro yang telah ada di Desa Pasangsari selama ini. Diantaranya Usaha Rengginang Singkong, Rengginanag Ketan, Opak, Singkong Presto, Gethuk Pasangsari, Tusuk Sate, Sari Jahe, dan Kerajinan Tangan Bonsai. Upaya yang dilakukan mahasiswa utamanya berupaya membantu membangun strategi promosi kegiatan usaha yang ada untuk mendapatkan market yang lebih luas, serta membuatkan inovasi produksi agar dapat lebih berkualitas dan efisien. Diantaranya inovasi alat pengering rengginang. Rengginang yang semula harus dijemur 4 hari untuk bisa digoreng, dengan alat tersebut hanya memerlukan beberapa menit saja untuk menjadi kering, siap digoreng.

Mahasiswa UTY di hutan pinus Pasangsari nan asri

Pengabdian masyarakat mahasiswa UTY juga merambah pada sektor pertanian dan potensi kawula muda Desa Pasangsari.  Di bidang pertanian mahasiswa UTY bekerja sama dengan Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) PPL Kecamatan Windusari, dengan tema pemanfaatan lahan kosong dan menghindari gagal panen. Selain itu juga dilakukan penanaman seribu bibit pohon yang terdiri dari 280 bibit mahoni, 100 bibit nangka, 200 bibit akasia, 200 bibit sengon, dan 280 bibit trembesi. Dalam pengembangan potensi kawula muda mahasiswa UTY menyelenggarakan kelas inspirasi, mahasiswa UTY juga mendirikan Taman Baca Masyarakat, mengadakan bimbingan belajar dan melatih anak-anak untuk belajar seni dan budaya Indonesia setelah sekolah.