Khidmat, Upacara 17 Agustus di UTY

Inspektur Upacara membaca TekPancasila diikuti seluruh peserta dengan khidmat dan penuh semangat

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, setiap 17 Agustus Universitas Teknologi Yogyakarta selalu menggelar upacara bendera. Upacara bendera tersebut diselenggarakan di halaman Kampus 1 UTY, diikuti seluruh keluarga besar UTY mulai dari Pengurus Yayasan, Rektorat, Dekanat, Tenaga Pendidik/Dosen dan Tenaga Kependidikan/Karyawan di lingkungan UTY serta perwakilan mahasiswa.

Upacara yang merupakan peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut terlaksana dengan khidmat, dilandasi penghormatan yang penuh terhadap jasa-jasa pahlawan kemerdekaan yang telah berjuang melawan penjajah. Dengan mengenakan pakaian seragam hitam dan putih, peserta upacara tampak antusias dan rapi berbaris selama upacara berlangsung.

Peserta Upacara mengikuti upacara dengan khidmat selama upacara berlangsung

M. Faisal Umam, dari Resimen Mahasiswa UTY didaulat sebagai komandan upacara , pada upacara kali ini. Sedangkan inspektur upacara oleh Wakil Rektor III UTY Drs. Surya Darmawan, M.M. Suasana khidmat penuh semangat dari peserta juga ditunjukkan saat menyanyikan lagu Indonesia raya dan saat menirukan pembacaan teks Pancasila oleh inspektur upacara.

Pada kesempatan kali ini, inspektur upacara membacakan sambutan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Hamengku Buwono X. Sambutan tersebut diantaranya mengutip pesan Bung Karno bahwa Indonesia bukan satu negara untuk satu golongan. Tetapi negara “semua untuk semua”, “satu buat semua, semua buat satu”.  Untuk itu Hamengku Buwono X mengajak bangsa Indonesia khususnya warga DIY, untuk membangun spirit kebersamaan bukan hanya ketika memperingati Proklamasi saja, namun harus terpateri dalam sanubari sepanjang masa. Dalam sambutan tersebut Gubernur DIY juga menyatakan bahwa setiap warga negara wajib bekerja sama untuk mewujudkan visi dan misi bangsa. Terlebih lagi, akhir-akhir ini semakin banyak timbul gejolak politik yang berpotensi meregangkan hubungan antar anak bangsa. Sehingga gotong-royong harus selalu dilakukan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang guyub-rukun.