Mahasiswa Arsitektur UTY Borong Juara Lomba Maket Bangunan Cagar Budaya

Maket Masjid Gede Mataram di Kotagede Yogyakarta

Indonesia memiliki beragam bangunan dan kawasan cagar budaya, mulai dari zaman pra sejarah hingga masa kolonial. Di Yogyakarta yang dikenal sebagai kota budaya memiliki setidaknya 6 Kawasan Cagar Budaya terdiri Kawasan Malioboro, Kawasan Kotabaru, Kawasan Kotagede, Kawasan Imogiri, Kawasan Pakualaman, dan Kawasan Kraton. Desrina Ratriningsih, ST., MSc, Kaprodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), menyampaikan bahwa bangunan cagar budaya merupakan warisan sejarah berupa bangunan yang memiliki tinggalan cerita, prinsip estetika dan konsep arsitektural pada masa lampau yang mempunyai nilai sangat tinggi. Sehingga sangat perlu untuk dipelajari dan dilestarikan, terlebih  bagi mahasiswa arsitektur. Menurutnya lulusan arsitektur nantinya sangat mungkin berhadapan dengan pekerjaan-pekerjaan baik berupa perancangan maupuan pembangunan yang berada di kawasan cagar budaya. Untuk itu ia sangat mendukung para mahasiswanya untuk melakukan kegiatan terkait dengan cagar budaya. Hal itu berguna untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan arti penting kawasan dan bangunan cagar budaya. Sehingga ke depan akan memiliki upaya untuk ikut melestarikannya.

Tim Mahasiswa UTY sedang membuat maket dalam Lomba Membuat Maket Bangunan Cagar Budaya Yogyakarta

Salah satu kegiatan mahasiswa UTY terkait cagar budaya, adalah mengikuti lomba Membuat Maket Bangunan Cagar Budaya yang diselenggarakan oleh UPT Balai Pelestarian Warisan Budaya dan Cagar Budaya, Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa. Lomba tersebut  dikemas dalam rangkaian agenda kegiatan Festival Jogjakarta Tempo Doeloe (FJTD). Lomba yang berlangsung tanggal 10-13 Agustus 2017 di Benteng Vredeburg Yogyakarta tersebut, mendapat sambutan positif dari para mahasiswa jurusan arsitektur dari universitas-universitas yang ada di Yogyakarta.  Sambutan tersebut ditunjukkan dengan banyaknya tim yang mengikuti lomba tersebut. Diantaranya empat tim yang berasal dari Prodi Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).  Proses pembuatan maket dilaksanakan langsung di tempat dilaksanakannya sayembara yakni di Benteng Vredeburg Yogyakarta. Durasi waktu yang disediakan adalah 3 hari dan peserta diwajibkan menyelesaikan maket berikut 2 buah poster yang berisi penjelasan bangunan cagar budaya yang dibuat.

Penilaian juri berdasarkan kriteria-kriteria yang telah ditentukan, meliputi ketepatan pemilihan aspek identitas bangunan/struktur cagar budaya, kesesuaian maket dengan bentuk asli, keunikan pemilihan bangunan/struktur cagar budaya, kreatifitas dan kerapian.

Menurut Desrina, keempat maket karya mahasiswa UTY tersebut telah memenuhi semua kriteria penilaian juri hingga berhasil memborong penghargaan dan hadiah, dengan mengungguli karya dari peserta-peserta dari universitas-universitas lainnya. Keempat tim mahasiswa Arsitektur UTY tersebut menyabet juara 1, 3, 4 dan 5.

Juara 1 dimenangkan oleh mahasiswa UTY angkatan 2014 atas nama :Muh. Istanto Kushartono, Andika Riyandi dan Kelik Fajaruddin, dengan karyanya maket Masjid Giriloyo, Imogiri.

Juara 3 dimenangkan mahasiswa UTY angkatan 2016 atas nama :  Rizqi Agung, Asmin dan Imam Darmawan Putra dengan karyanya maket Masjid Gedhe Mataram.

Juara 4 dimenangkan mahasiswa UTY angkatan 2014, atas nama Setiawan dengan karyanya maket Masjid Agung Kotagede,

Juara 5 diraih mahasiswa UTY angkatan 2016 atas nama Dandi Sasmita, Abdul Lathif dan Muhammad Iqbal, mahasiswa angkatan 2016 dengan karyanya maket Bank BNI 46.

Menanggapi keberhasilan tersebut, Desrina menyambut baik. Iapun menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa pada berbagai lomba juga bermanfaat untuk aktualisasi diri dalam menyampaikan karya kepada publik. Membuat maket merupakan kemampuan mendasar mahasiswa untuk menuangkan ide dan karya dalam bentuk tiga dimensi. Hal ini sangat perlu dalam studi modelling, tambahnya.