UTY Manfaatkan Sampah Plastik Menjadi Bernilai Ekonomis

Bunga indah dari bahan olahan daur ulang sampah binaan dosen UTY

Melihat banyaknya dampak buruk sampah plastik bagi lingkungan, Universitas Teknologi Yogyakarta melakukan program peduli lingkungan yang berfokus pada pemberdayaan sampah plastik. Belum adanya pendampingan untuk mengasah kemampuan warga dalam pengelolaan sampah menjadi faktor yang memotivasi kegiatan peduli sampah plastik ini segera dilakukan dan disosialisakan ke masyarakat secara luas.

Atas bantuan dan kerjasama Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Ditlitabmas) Dirjen Dikti Kemenristek Dikti dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Teknologi Yogyakarta melakukan pengabdian masyarakat dalam rangkaian hibah Iptek bagi Masyarakat (IbM). Kegiatan ini diarahkan kepada kelompok bank sampah di Dusun Paten, Tridadi, Sleman.

Program pendampingan ini berlangsung selama satu tahun yang telah dimulai sejak Januari hingga Desember 2017.  “Kami fokus pada pengembangan keterampilan masyarakat setempat, baik soft skill maupun hard skill untuk mendayagunakan sampah plastik menjadi barang kerajinan bernilai ekonomis,” ungkap Ketua Tim Iptek bagi Masyarakat (IbM) Ulfa Amalia S.Psi, M.A.

Tim yang beranggotakan Dwi Rahmawati M.Pd dan dua orang mahasiswa yakni Deni Ardi dan Sugiono, membuat barang kerajian seperti dompet, tas, tempat tisu, bunga plastik, dan barang yang dapat dijadikan hiasan lainnya dari kantong plastik bekas. Produk daur ulang ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sisi ekonomi. Jika sebelumnya masyarakat hanya sebatas menjual sampah pilihan seharga Rp 1.500/kilogram, dengan adanya program daur ulang ini hasil kerajinan dapat dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi sehingga meningkatkan pendapatan masyarakat.

Bunga hasil olahan sampah binaan dosen UTY dipamerkan di Sleman

Tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar saja, program ini juga berdampak signifikan mengurangi sampah plastik hingga 80 persen. Berkurangnya sampah ini juga berpengaruh pada kerapihan dan kebersihan lingkungan sekitar. Selama proses pengarahan kepada masyarakat, Ulfa Amalia dan Dwi Rahmawati tidak merasakan adanya kendala yang menghambat karena masyarakat yang bergabung dalam kelompok Bank Sampah Rejeki ini antusias untuk mengikuti program yang dilaksanakan. Bahkan, mereka berinisiatif untuk membuat produk plastik yang lebih beragam di luar dari yang telah diajarakan oleh tim. Hasil kreasi mereka yang diberi label RJ Craft pun pernah dipamerkan dalam acara Pameran Potensi Daerah di Lapangan Denggung pada bulan Mei lalu.