Peran Strategis Riset dan Teknologi Dalam Meningkatkan Daya Saing Global

Prof. Ainun Naim,PhD, MBA Sekjen KEMENRISTEK DIKTI RI Memaparkan materi di UTY

“Riset dan teknologi memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan daya saing global”, kata  Prof. Ainun Naim, Ph.D., MBA, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam Kuliah Perdana Program Magister Manajemen dan Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Sabtu 16 September 2017, di Kampus 1 UTY.

Prof. Ainun Naim, PhD, MBA foto bersama Rektor UTY, beberapa pejabat di lingkungan UTY dan Mahasiswa Baru program S2 dan S3 UTY

Dalam paparannya, Prof Ainun juga memberikan informasi penelitian yang dilakukan oleh Kementerian RISTEKDIKTI bahwa hal yang sangat dibutuhkan dari pemimpin yang bekerja dalam sistem industry 4.0 project  adalah Cross-Functional Management Skills dan Change Management Skills. Untuk itulah, ilmu pengetahuan yang mendalam dalam bidang management masih sangat dibutuhkan hingga dapat menjadi profesional yang siap menghadapi persaingan global dan meningkatkan kesuksesan komersial perusahaan, jelas Prof Ainun.

Ia mengingatkan bahwa untuk meningkatkan daya saing di era global, seorang profesional sangat  penting untuk melakukan kolaborasi riset dengan industri. Ia mencontohkan yang terjadi di negara-negara maju, yakni tidak sedikit pelaku industri (perusahaan) meninvestasikan dana mereka untuk melakukan riset terapan dengan para dosen (profesor) di kampus. Langkah seperti itu dapat menjembatani agar riset yang dilakukan para akademisi tidak hanya menjadi temuan yang hanya pelengkap perpustakaan. Namun dapat diaplikasikan di dunia industri sehingga dapat memberikan manfaat bagi industri dan peradaban manusia, harapnya.

Dalam kuliah perdana yang dipandu oleh Dr. Junaidi tersebut,  Prof. Ainun juga menjelaskan tentang Peraturan Menteri Ristek Dikti tahun 2014 nomor 49.  Ia menyampaikan bahwa lulusan program magister, magister terapan, dan spesialis satu paling sedikit menguasai teori dan teori aplikasi bidang pengetahuan tertentu. Iapun menjelaskan, lulusan program doktor, doktor terapan, dan spesialis dua, paling sedikit menguasai filosofi keilmuan bidang pengetahuan dan keterampilan tertentu. Artinya bahwa output lulusan magister dan doktor adalah berbeda.

Mengingat arti penting ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut bagi masa depan pribadi para lulusan dan masa depan bangsa Indonesia, pada kesempatan itu Prof. Ainun mengajak peserta kuliah perdana untuk meluruskan niat terlebih dahulu, “untuk apa mahasiswa mengambil program magister dan doktor”. Menurutnya, meskipun saat ini terdapat perusahaan seperti google dan microsoft yang merekrut SDM lebih pada kompetensinya dengan tidak mensyaratkan jenjang pendidikan / ijazah, namun secara umum kini saat ini perusahaan/organisasi masih mensyaratkan level pendidikan dan kompetensi. Ia meyakini bahwa secara rata-rata orang yang belajar (memiliki ilmu pengetahuan) hidupnya lebih baik dan lebih sukses.

Rektor UTY memberikan cinderamata kepada Prof. Ainun Naim, PhD, MBA,

Sementara itu Rektor UTY Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt, CA menyampaikan bahwa  untuk sukses di pasar global pada saat ini, menuntut poin penting yang harus dimiliki, yaitu ilmu pengetahuan dan teknologi. Kedua poin tersebut akan mengubah pola hidup yang mendasar. Ia menyampaikan bahwa saat ini sumberdaya manusia harus memiliki beberapa macam skills. Saat ini lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki cross-functional management skills, atau memiliki lebih dari satu skills. Bambang Moertono mengajak para peserta kuliah perdana Program S2 dan S3 UTY, untuk terus terus belajar dan memiliki keahlian dalam manajemen perubahan. Adapun keahlian kritis yang harus dikuasai seorang lulusan adalah  problem solving, team work, komunikasi dan critical thinking, ungkapnya.