Pidato Ilmiah Dies Natalis ke 15 UTY

Rektor UTY, Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA menyampaikan Pidato Ilmiah Dies Natalis ke 15 UTY

Sarasehan Keluarga Besar Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dalam rangka Dies Natalis ke 15 UTY, diantaranya diisi pidato ilmiah dari Rektor UTY, Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt, CA. Pidato ilmiah yang ia bawakan berjudul “Tantangan Tenaga Pendidik Dan Kependidikan Era Industri 4.0”.

Mengawali pidatonya, Bambang Moertono menyampaikan bahwa saat ini revolusi industri generasi keempat tengah berlangsung. Revolusi tersebut ditandai dengan kemunculan superkomputer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetik dan perkembangan berbagai macam teknologi yang memungkinkan manusia untuk lebih mengoptimalkan fungsi otak, dan bekerja lebih efektif dan efisien. Pada generasi empat ini pola dan teknologi baru hadir, mengancam keberadaan perusahaan-perusahaan dan sumber daya manusia incumbent. Ukuran besarnya perusahaan dan keahlian seseorang di masa lalu tidak lagi menjadi jaminan kesuksesan. Namun kelincahan mengikuti arah perubahan lingkungan bisnis, menjadi kunci sukses yang utama.

Dosen dan Karyawan UTY mendengarkan Pidato Ilmiah dari Rektor UTY, dengan seksama

Lebih lanjut Bambang Moertono menyampaikan bahwa perkembangan teknologi yang pesat dalam beberapa dekade terakhir ini, juga melahirkan generasi-generasi yang memiliki kecenderungan, sikap dan perilaku yang berbeda-beda. Mengutip teori generasi (generation theory), ia memaparkan lima generasi SDM yang berbeda-berbeda berdasarkan tahun lahir, terhitung sejak Indonesia Merdeka. Generasi Baby Boomers adalah SDM yang lahir tahun 1946-1960, Generasi X lahir tahun 1965 -1980, Generasi Y lahir tahun1981-1994, Generasi Z lahir tahun 1995 – 2010, dan Generasi Alpha lahir setelah tahun 2010 .

Generasi Z yang juga disebut Generasi Net, iGeneration, atau Generasi Internet, hidup di era digital yang sejak kecil telah akrab dengan teknologi dan internet. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap perkembangan perilaku dan kepribadian mereka. Sedangkan generasi Alpha merupakan generasi yang sejak lahir hidup di dunia teknologi digital dan internet.

Ia menjelaskan bahwa dalam dunia perguruan tinggi, mahasiswa yang studi saat ini merupakan generasi Z.  Dari sisi IQ, generasi Z  pada umumnya berkembang lebih baik dari sebelumnya. Namun tidak demikian dengan kecerdasan emosional dan sosialnya.  Secara umum anak-anak Generasi Z mempunyai kecenderungan lebih bersifat ego sentris, menginginkan hasil serba cepat/instant, kurang komunikasi verbal, dan kurang menghargai proses, ungkap Bambang Moertono.

Menurut Bambang Moertono, tantangan dan tuntutan perguruan tinggi adalah bagaimana menghasilkan lulusan yang mampu memasuki dunia kerja dan mampu bersaing pada era sekarang dan masa depan. Adapun tuntutan skill SDM lulusan pada era ini adalah SDM yang memiliki kemampuan complex problem solving, memiliki social skill, proces and system skill, dan memiliki kemampuan memadai pada sisi cognitif-nya.  Untuk itu UTY terus berupaya meningkatkan kemampuan dosen, serta melakukan pembenahan pengelolaan organisasi termasuk pembenahan sistem, meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana prasaranan proses belajar mengajar, dan terus melakukan perubahan dan penyesuaian kurikulum.

Menutup pidatonya ia meminta para dosen UTY dapat beradaptasi pada perubahan tersebut, dengan meningkatkan mutu transfer of knowledge dengan selalu meng up-date pengetahuan, mengubah perilaku menjadi lebih komunikatif dan penuh rasa emphaty, serta selalu melihat kondisi masa depan. Dengan demikian misi UTY untuk menghasilkan lulusan yang mempunyai kompetensi dan daya saing tinggi dan berkepribadian unggul akan tercapai.