Banyak Lulusan UTY, Kerja Sebelum Wisuda

Ega Harnanta, Engineer Pt Wijaya Karya Persero (tbk), di Proyek PLTU Cilacap

Lulus kuliah langsung  diterima kerja di tempat yang bonafid, merupakan dambaan hampir semua lulusan perguruan tinggi. Pada acara wisuda Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) hari Sabtu (25/11/2017) di Jogja Expo Center Yogyakarta, terdapat banyak lulusan yang sudah diterima kerja sebelum wisuda.

Salahsatunya Ega Harnanta yang diterima di BUMN PT. Wijaya Karya Persero (tbk). Ega alumni Prodi Arsitektur UTY, angkatan masuk 2013 lalu, kini bekerja sebagai Engineer pada proyek pembangunan PLTU di Cilacap. Ada rasa bangga dan bersyukur karena hanya sekitar satu bulan setelah lulus ujian pendadaran, dapat diterima di perusahaan yang bonafid, meskipun saat mendaftar baru menggunakan Surat Keterangan Lulus (SKL) dan transkrip nilai. Dengan bekal ilmu yang dipelajari di bangku kuliah, ia bersyukur dapat lolos ujian teoritis baik materi perancangan arsitektur, maupun hitungan-hitungan terkait dengan bangunan. Ega menuturkan bahwa di PT. Wijaya Karya, ia bekerja sesuai dengan bidang yang memang ia gemari, yakni menggambar, merancang, dan menghitung. Ia menyampaikan bahwa semua pekerjaan di tempat ia bekerja, harus melalui devisi engineering dahulu untuk dirancang kualifikasi pekerjaan, serta detail pelaksanaannya.”Bisa bekerja dengan hasil kerja yang digunakan sebagai acuan para pelaksana, memberi tanggungjawab yang besar baginya. Karena kesalahan di perencanaan dan hitungan akan berakibat besar pada pelaksanaan dan hasil bangunan yang dibangun” kata Ega Hartanta. Namun demikian, tanggungjawab tersebut terutama pada pekerjaan yang besar dan menyangkut pemenuhan kebutuhan orang banyak, yakni pada proyek PLTU yang direncanakan untuk memasok listrik untuk wilayah Jawa-Bali tersebut, menjadikan motivasi tersendiri untuk terus belajar, dan bekerja sebaik mungkin, tambah Egas Harnanta.

Bagus Abdi Pratama, lulusan Prodi Teknik Sipil UTY angkatan masuk 2013, saat ini bekerja di WIKA Gedung Jakarta, sebuah anak perusahaan PT Wijaya Karya Persero (Tbk) yang khusus bergerak di bidang pembangunan gedung. Bagus yang saat kuliah merupakan salah satu peserta student exchange satu semester di Universitas Malaysia Pahang (UMP), sekarang bekerja di bagian Quality Control WIKA Gedung. Pekerjaan Controlling terhadap material yang digunakan, metode kerja, kualitas dan kekuatan bangunan, merupakan tantangan untuk terus belajar. Sejak masih kuliah Bagus memang ingin sekali segera dapat mengaplikasikan ilmu teknik sipil yang telah dipelajari di UTY dan di UMP Malaysia. Iapun ingin terus berprofesi dibidang teknik sipil. Ia sangat bersyukur dapat menunjukan kepada orangtuanya yang berasal dari pelosok desa di Bondowoso Jawa Timur, bahwa jerih payah orangtuanya telah membawa hasil. Sebelum wisuda sudah diterima di perusahaan besar sebagai engineer teknik sipil sebagaimana yang dia cita-citakan sejak kecil.

Joko Yuliiono, lulusan Prodi Akuntansi UTY saat ini bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) Anwar dan Rekan di Jakarta. Ia merasa bersyukur disaat wisuda sudah tidak bingung-bingung mencari pekerjaan. Ketertarikan untuk bekerja di KAP semakin kuat, ketika menyelesaikan tugas akhirnya dengan magang di kantor akuntan publik. Ssaat ini ia sedang mengaudit perusahaan multi nasional, MNC  Group. Sebuah perusahaan yang bergerak dalam berbagai bidang, diantaranya media dan property. Menurutnya apa yang ia peroleh saat kuliah di UTY dapat menjadi bekal dalam bekerja.

Drs. Rokhmat, MM., Akt Humas UTY,  menambahkan selain lulusan tersebut masih banyak lagi lulusan UTY yang memperoleh pekerjaan sebelum wisuda. Ia mengungkapkan bahwa jumlah mahasiswa yang kerja sebelum wisuda semakin banyak. Beberapa diantaranya Maesaroh di BNI sebagai finance staff,  Della Yogawati di Dinas Tenaga Kerja & Trasnmigrasi Kulonprogo, Desi Ratna Putri di Dinas Perhubungan Purworejo, Nicko Indo Pratama dan Hasna Rhodia sebagai arsitek di Biro SDM dan Aset UMY, Felix Yuli Setiawan di Kementrian Desa dan PDTT DIY, Irma Budi Prasetya menjadi engineerdi PT Jakarta Rencana Selaras, dan Alvan Virgianto di PT Ungaran Sari Garment.