EMTEK Goes To UTY

Pemred SCTV Indria Purnamahadi, menyampaikan materi di UTY

EMTEK Goes To Campus (EGTC) kembali hadir di Yogyakarta. EGTC 2017 yang berlangsung tanggal 30 Oktober 2017 digelar di Plaza Kampus 1 Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY).  Acara tersebut dihadiri sekitar 250 mahasiswa UTY, khususnya dari Prodi Ilmu Komunikasi.

Acara yang digelar oleh EMTEK Group (PT Elang Mahkota Teknologi) sebuah perusahaan modern dan terintegrasi, yang diantaranya mengelola tiga saluran televisi yakni  SCTV, Indosiar, dan O Channel tersebut, diisi oleh pembicara-pembicara eksklusif terdiri Indria Purnamahadi, Kepala Pemberitaan SCTV, yang berbicara mewakili pimpinan EMTEK Group, Jemmy Darusman presenter Indosiar dan Bevery Gunawan presenter SCTV.

Dalam paparannya Indria Purnamahadi  menyampaikan bahwa peluang bekerja menjadi presenter, reporter atau perofesional dalam bidang media televisi kini terbuka luas, seiring dengan perkembangan pertelevisian dunia, termasuk di Indonesia. Ia juga mengajak mahasiswa UTY untuk mengikuti lomba Mobile Journalism & News Presenter yang diselenggarakan EMTEK dalam rangkaian EGTC 2017 tersebut. Adapun total hadiahnya mencapai puluhan juta, ungkapnya.

Dalam acara yang dikemas dalam bentuk workshop dan  talkshow tersebut,  Jemmy dan Bevery membagikan pengalaman-pengalamannya selama peliputan, penyusunan naskah berita, dan menjadi presenter. Dalam kesempatan itu mereka menyampaikan materi mobile jurnalisme. Menurut mereka sebuah informasi akan menjadi menarik jika dibawakan secara menarik, baik dari pemilihan kata-kata, intonasi suara, maupun bahasa tubuh.

Bevery yang sehari-hari ditugaskan menjadi jurnalis di istana kepresidenan,  menyampaikan  bahwa ia harus selalu belajar tentang berbagai masalah atau hal-hal yang terkait dengan setiap agenda kegiatan Presiden Jokowi. Menurutnya menjadi jurnalis tidak cukup hanya bermodal kemampuan menyiarkan berita saja, namun harus bisa mengisi konten yang sesuai tema dan berkualitas.  Disamping itu jurnalis juga harus belajar bagaimana membawa diri dengan berbagai situasi dan suasana yang berbeda-beda.

Jemmy membagikan pengalamannya sebagai jurnalis sekaligus memotivasi mahasiswa UTY

Hal senada, disampaikan Jemmy Darusman. Ia menyampaikan, beberapa orang yang diliput sering balik mengajukan pertanyaan kepada reporter. Sehingga jika reporter tidak mempelajari kasus/masalah yang diliput pasti akan kesulitan jika menghadapi situasi seperti itu. Selain itu jurnalis harus siap dengan hal-hal yang baru. Jemmy mencontohkan, saat ditugaskan untuk meliput erupsi Gunung Merapi tahun 2010 lau, ia sama sekali belum tahu daerah sekitar Merapi, dan juga minim pengetahuan (ilmu) kegunungapian. Baginya, hal itu merupakan tantangan yang menarik, jelasnya. Untuk bisa memberikan reportase yang memiliki aura dan ruh bencana erupsi merapi yang dahsyat tersebut, ia terjun langsung ke daerah bencana erupsi, ikut bergabung dengan masyarakat yang sedang menyelamatkan diri ke daerah aman, kenangnya.

Jemmy menyampaikan bahwa jadi jurnalis harus pintar-pintar memendekkan yang panjang atau memanjangkan yang pendek. Adakalanya berita yang sedianya disiapkan untuk durasi 1 menit, karena satu dan lain hal, dalam waktu singkat harus mengisi durasi waktu 5 menit. Begitu pula sebaliknya. Maka jurnalis harus bisa mengimprovisasikannya secara cepat, tambahnya.

Dalam kesempatan itu Jemmy memotivasi para mahasiswa UTY untuk bisa menggali talenta/potensi diri. Ia yakin setiap orang punya talenta masing-masing. Setelah mengenali potensi diri, ia mengajak para mahasiswa untuk mengasahnya dengan cara mengaktualisasikannya dengan kegiatan-kegiatan nyata. Ia meyakinkan bahwa talenta tidak akan kelihatan tanpa ada upaya aktualisasi. 

Sementara itu Dekan Fakultas Humaniora Dr. Eko Setyo Humanika, M.Hum dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada EMTEK Group yang telah memilih UTY sebagai salah satu tempat untuk EGTC 2017. Ia berharap kerjasama ini akan terus berlangsung di waktu mendatang. Menurutnya kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi mahasiswa khususnya dari Prodi Ilmu Komunikasi. Karena bisa memperoleh ilmu terkait jurnalisme, langsung dari para jurnalis profesional. Hal ini akan memberikan khasanah bagi mahasiswa, yakni bagaimana menjadi jurnalis di era kekinian, serta tampil beda dengan memberikan konten yang eksklusif.