Akademisi UTY Mendapatkan Penghargaan Dari Suku Dayak

Prosesi Dr. Johanes Rajaban, M.Hum menerima penghargaan dan gelar dari Ketua Suku Dayak Agabag

Dalam rangka perayaan pesta besar dan Musyawarah Besar VIII Suku Agabag, dosen Fakultas Humaniora Universitas Teknologi Yogyakarta Dr. Johanes Radjaban M.Hum turut hadir dan memeriahkan acara di Nunukan, Kalimantan Utara. Johanes Radjaban menerima penghargaan dan gelar kehormatan atas kegiatan penelitian mengenai bahasa dan budaya suku Dayak Agabag selama 4 tahun. Berangkat dari kepeduliannya terhadap kekayaan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai nilai luhur Nusantara, Johanes Radjaban melakukan penelitian mengenai budaya dan bahasa suku Dayak Agabag yang selama ini belum terdokumentasikan dengan baik. Ia mendapatkan gelar Jun Pagaka Manigan yang berarti Dewa Seni dan Utusan.

Dr. Johanes Rajaban, M.Hum berpakaian rompi dan topi khas Suku Dayak Agabag, usai menerima gelar Jun Pagaka Manigan yang berarti Dewa Seni dan Utusan.

Setelah melakukan penelitian yang membutuhkan dedikasi tinggi, Johanes Radjaban juga mempromosikan budaya Dayak hingga ke berbagai belahan dunia diantaranya yakniKroasia dan Republik Rakyat Tiongkok.  Ia menyatakan bahwa penelitiannya ini memberikan banyak pengalaman dan pembelajaran. “Sangat senang memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat di wilayah pedalaman Kalimantan. Rasa persaudaraan dengan penduduk asli selama penelitian semakin meningkatkan rasa cinta tanah air sehingga ingin selalu melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan harapan yang besar agar seluruh akademisi tergerak untuk turut meneliti segala aspek terkait dengan unsur-unsur budaya Indonesia, penelitian ini akan terbit menjadi sebuah buku sehingga dapat diakses oleh masyarakat luas dari berbagai kalangan. Kedepannya, penelitian sejenis akan terus dilakukan oleh para akademisi UTY sehingga memperkaya wawasan dan dokumentasi budaya yang selama ini masih terbatas.

Sementara itu, penghargaan terkait suku Dayak dalam acara Ilau (pesta besar) tersebut juga diberikan kepada Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafidz dengan Gelar Daala Tonomon yang berarti Dewi Kemakmuran. Asmin Laura yang berasal dari suku Bugis dinilai selalu mendukung kegiatan kebudayaan masyarakat Dayak Agabag. Selain itu, Tedy Wibisana selaku Koordinator Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat dengan gelar Pusan Dagana yang artinya Dewa gunung dan Hujan. Kontribusinya dalam mendampingi dan membantu perjuangan masyarakat Dayak Agabag untuk mewujudkan Daerah Otonomi Baru Kabupaten Bumi Dayak sangat layak diapresiasi.

Acara yang berlangsung selama 5 hari yakni 20 hingga 24 November 2017 ini merupakan perayaan besar bagi suku Dayak Agabag di wilayah sekitar Kecamatan Sembakung Atulai, Nunukan. Dihadiri oleh 3.000 orang utusan dari kecamatan-kecamatan yang ada di Kabudaya, acara ini berlangsung dengan sangat meriah. Selain itu, Ilau tersebut  juga dihadiri oleh 15 orang delegasi Dewan Adat masyarakat Adat Murut di Sabah, yang serumpun dengan Dayak Agabag.