Era Ekonomi Baru, Merevolusi Metode Kerja Akuntan

Dari Kiri : Bahagia Tarigan, SE., MSi, Akt., CA, CPA, Prof. Dr. Mardiasmo, Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA, dan Dr. Junaidi, MSi., Akt., CA

Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA , Wakil Rektor Bidang  Keuangan dan SDM, Bahagia Tarigan SE., MSi, Akt, CA, CPA dan Dr. Junaidi, MSi, Akt., CA Kamis-Jum’at (14-15/12/2017) menghadiri acara Peringatan Ulang Tahun ke 60 Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) di Semarang.  Acara ulang tahun yang dikemas dengan Seminar Internasional bertema “Toward 2030 : Tranforming Role for Professional Accountants in the New Economy Order” tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla, beberapa Menteri, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, Presiden International Federation of Accountants (IFAC) Rachel Grimmes dan para akuntan profesional dari dalam dan luar negeri.

Menurut Bambang Moertono, kehadiran para pengelola perguruan tinggi dan dosen-dosen pada acara profesi tersebut sangat besar manfaatnya. Luasnya perkembangan ilmu pengetahuan tentu menuntut dosen untuk selalu memiliki pengetahuan-pengetahuan baru yang sedang berkembang. Selain itu kehadiran di forum profesional internasional dapat memperluas networking, serta memperoleh wawasan dan pengetahuan baru yang lebih berkualitas, dibandingkan hanya dengan membaca saja. 

Bambang Moertono yang telah lama  berpengalaman di Kantor Akuntan Publik menyampaikan bahwa metode akuntan dalam bekerja pasti akan mengalami revolusi dengan adanya era ekonomi baru yang sudah berlangsung setidaknya mulai satu atau dua dekade terakhir ini, yang ditandai dengan perubahan masif lingkungan bisnis, dan digital economy yang didukung oleh tersedianya big data, internet of thing, serta cyber security.  Menurutnya, metode-metode baru dalam bekerja tersebut harus dijadikan materi perkuliahan yang diberikan kepada mahasiswa, agar setelah lulus dapat bekerja sesuai dengan tantangan perkembangan jaman.

Pada acara ulang tahun yang bertema sentral “Kejayaan Akuntan Profesional, Kejayaan Negeri” tersebut, Prof. Mardiasmo, MBA., Ph.D., CFr.A., QIA., Ak., CA., FCMA., CGMA. selaku Ketua Dewan Pengurus Nasional Ikatan Akuntan Indonesia (DPN IAI) yang juga Wakil Menteri Keuangan RI  menyampaikan tiga pilar kejayaan akuntan , yakni pemerintahan yang akuntabel dan transparan, sektor swasta yang inovatif dan kompetitif, dan masyarakat yang cerdas dan kritis”. Lebih lanjut Prof. Mardiasmo, yang dulu pernah menjadi dosen di UTY mengatakan bahwa IAI memiliki tanggung jawab untuk menjamin para akuntan memiliki kualifikasi kompetensi sesuai standar, integritas untuk melaksanakan standar profesi dan kode etik, serta memiliki kredibilitas. Dalam kesempatan itu pula Prof Mardiasmo memaparkan tujuan strategisi IAI periode 2014-2018 yang terdiri dari, terwujudnya IAI sebagai organisasi yang menjaga integritas dan profesionalisme akuntan, terwujudnya IAI sebagai organisasi yang kuat di internal dan berwibawa di eksternal, serta terwujudnya IAI sebagai organisasi yang memberikan value bagi key stakeholders IAI.

“Kejayaan akuntan dalam berkiprah dengan menciptakan iklim pengelolaan keuangan pemerintah menjadi akuntabel dan transparan, mendorong pihak-pihak swasta menjadi inovatif, dan mampu menciptakan iklim masyarakat yang cerdas dan kritis,  akan menjadikan kejayaan Indonesia” kata Prof. Mardiasmo.