Mahasiswa Psikologi UTY, Berprestasi Dalam Olimpiade Psikologi Indonesia

Febri Hari Natoro,, bersama juara 1 dan 2, foto bersama beberapa peserta lainnya, dan Dewan Juri

Tiga mahasiswa dari Prodi Psikologi Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), terdiri Dani Prayitno, Muhammad Munandar, dan Febri Hari Natoro berhasil masuk menjadi finalis 15 paper terbaik tingkat nasional, pada cabang lomba PsychoPaper dalam Olimpiade Psikologi Indonesia ke-4, yang diselenggarakan oleh Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Olimpiade yang mengusung tema “Harmoni in Diversity” tersebut diselenggarakan di 10 perguruan tinggi di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Tema dari lomba PsychoPaper kali ini adalah “Semangat Kebangsaan dalam Sumpah Permuda”. Pemilihan tema tersebut terinspirasi oleh keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, termasuk para peserta seperti agama, suku, budaya, dan bahasa. Diharapkan, lomba ini mampu menyatukan perbedaan menjadi semangat persatuan dan kebangsaan.

Dalam olimpiade tersebut Febri Hari Natoro mengangkat paper berjudul “Vlog Edukatif : Pembentukan Karakter Anak-anak Era Digital.” Pilihan judul tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa di era digital saat ini, smartphone sudah merupakan mainan favorit anak-anak SD. Sedangkan jika mereka sudah buka internet, menonton video di YouTube, merupakan sesuatu yang menarik bagi mereka,  padahal tidak semua video di YouTube itu cocok dengan perkembangan anak-anak. Sehingga dampak negatifnya sungguh mengkhawatirkan.

Dengan membuat vlog edukatif diyakini dapat memberikan edukasi termasuk pembentukan karakter anak-anak. Semakin banyaknya video edukatif yang dapat menjadi pilihan anak-anak, maka dampak negatif dari video yang tidak sesuai dengan usia anak-anak dapat diminimalisir”, ujar  Febri saat dimintai keterangan terkait papernya.

Dalam tulisannya Febri menyatakan bahwa anak adalah generasi penerus bangsa yang harus memiliki karakter kebangsaan sehingga pembangunan karakter sejak usia dini sangatlah perlu dilakukan. Pembangunan karakter anak salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan media teknologi informasi, khususnya internet. Penggunaan media tersebut sebagai salah satu upaya pembangunan karakter anak dirasa efektif, mengingat melalui media tersebut anak dapat membentuk persepsi, sikap, dan perilaku.

Adapun Dani Prayitno membuat paper berjudul  “Hoax: Memecah Belah atau Menyatukan Bangsa? (Sebuah Studi Mengenai Konsep Diri Nasional)”. Maraknya berita-berita hoax yang sering menyebar secara sangat luas dalam waktu yang sangat singkat, dan sering pula menimbulkan persepsi dan interprestasi yang berbeda-beda menarik Dani untuk menuangkannya menjadi paper. Aspek psikologis dari penerima pesan ‘hoax’ menjadi pembahasan utamnya, dikaitkan dengan persatuan bangsa.

Sedangkan Muhammad Munandar membuat karya dengan paper berjudul paper “Semangat Belajar Pemuda di Era Milenial dalam Pembentukan Integritas Bangsa dan Jiwa Nasionalisme”.

Setelah melalui seleksi yang cukup ketat terpilih tiga paper terbaik. Kriteria penilaian tidak hanya berdasarkan kualitas tulisan namun juga melihat kemampuan peserta dalam mempresentasikan hasil karyanya. Febri Hari Natoro, berhasil meraih juara 3 dalam cabang lomba Psychopaper dan memastikan medali perunggu untuk kontingen UTY.

Terkait dengan prestasi mahasiswa Prodi Psikologi tersebut Dr. Eko Setyo Humanika, M.Hum Dekan Fakultas Humaniora UTY, menyampaikan bahwa sebuah gagasan merupakan awal dari sebuah temuan untuk dijadikan sumber informasi di masa depan sehingga gagasan tersebut sangat perlu dituangkan dalam tulisan. Untuk itu ia menyampaikan apresiasinya kepada para mahasiswa yang telah mampu menuangkan gagasannya ke dalam suatu tulisan yang menarik dan memberi manfaat bagi orang banyak, termasuk para mahasiswa Prodi Psikologi UTY yang berhasil masuk final Olimpiade Psikologi Indonesia pada cabang lomba PsychoPaper.