Trauma Healing Bagi Korban Banjir DIY

Aktivitas trauma Healing : Mahasiswa Bimbingan Konseling UTY, bermain ‘game” bersama anak-anak di Sekolah Darurat Korban Banjir Bejiharjo – Gunungkidul

Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta ditindaklanjuti secara responsif oleh para mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta. Pada 1-2 Desember lalu para mahasiswa datang ke desa-desa yang terdampak untuk membantu aktivitas pembersihan wilayah. Tim mahasiswa Bimbingan dan Konseling juga turut memberikan bantuan ke Dusun Bonjing Desa Bejiharjo, Gunung Kidul yang memang terdampak bencana cukup parah.  Tim mahasiswa tergabung dalam forum kepedulian yang dinamakan Aliansi Handayani, yang dibentuk secara spontanitas saat bencana terjadi.

Sesuai dengan kompetensinya, mahasiswa Bimbinan Konseling (BK) difokuskan pada pos kesehatan yang terkonsentrasi pada aktivitas Trauma Healing. Pada kesempatan ini mereka memberikan program terapi psikologis berbentuk inovasi layanan seperti permainan dan ice breaking yang dapat menghibur para korban bekarena sekolahnya terkena bencana banjir., khususnya anak-anak yang terpaksa belajar di tempat sementara. Selain itu, tim juga melakukan pendampingan akademik bagi pelajar SD, di lokasi bencana. Sejumlah aktivitas yang dilakukan mahasiswa seperti belajar bersama dalam rangka persiapan Ujian Akhir Semester. Tidak hanya itu, mahasiswa juga terlibat sebagai pengawas saat ujian berlangsung di sekolah tersebut.

Mahasiswa Bimbingan Konseling UTY foto bersama guru dan siswa Sekolah Bonjing - Sekolah Darurat Korban Banjir Bejiharjo Gunungkidul

Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling, Nararya Rahadyan Budiyono, S.Pd., M.Pd yang mendampingi mahasiswa menyatakan bahwa aksi kemanusiaan yang dilakukan para mahasiswa-nya atas dasar inisiatif dan kreativitas mereka sendiri. “Selain bertujuan untuk membantu masyarakat yang sedang mendapatkan musibah, moment ini juga dapat menjadi sarana aktualisasi keilmuan yang telah mahasiswa pelajari,” ungkapnya. Aktivitas ini sangat berkaitan dengan materi pembelajaran Bimbingan dan Konseling Kebencanaan yang merupakan salah satu kompetensi yang dibekalkan pada mahasiswa dalam rangkaian kurikulum aktivitas belajar mengajar program studi. Meskipun situasi bencana adalah kondisi yang tidak kita harapkan, namun segenap wawasan dan kesiapannya tetap perlu dimiliki oleh semua pihak.

Lebih lanjut Nararya berharap misi program studi untuk menjalin jejaring dengan berbagai pihak, baik institusi pendidikan maupun non pendidikan dapat ditingkatkan lagi. Diharapkan segenap sumber daya program studi Bimbingan dan Konseling mendapatkan kepercayaan dari berbagai elemen masyarakat dan lembaga untuk terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang relevan dengan ranah keilmuan, seperti aktivitas dalam situasi bencana seperti ini. Untuk itu, kedepannya akan terus dilakukan upaya untuk meningkatkan kesiapan para mahasiswa dan tenaga pendidik dalam menghadapi bencana sehingga dapat lebih banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat.