Studi Lapangan, Perluas Wawasan Jurnalistik Dari Masa ke Masa

Dosen dan Mahasiswa UTY foto bersama saat Studi Lapangan

Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan mahasiswa, Program Studi Ilmu Komunikasi melaksanakan kegiatan Studi lapangan dengan mengunjungi Monumen Pers Nasional dan Lokananta Records yang terdapat di kota Solo, Jawa Tengah. Kunjungan yang dilaksanakan pada 16 April 2017 ini diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen Prodi Ilmu komunikasi.

Kunjungan studi yang dilakukan di Monumen Pers Nasional memberikan pengetahuan terkait berbagai hal mengenai sejarah dan perkembangan pers di Indonesia. Kelengkapan koleksi museum yang dikelola oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika terpelihara dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media belajar yang mampu memuaskan rasa keingintahuan mahasiswa. Museum ini menyimpan lebih dari satu juta surat kabar yang sebagian telah diarsipkan dalam bentuk digital. Selain itu, mahasiswa juga dapat melihat secara langsung berbagai peralatan yang digunakan dalam bidang jurnalistik seperti kamera, radio, serta alat percetakan yang digunakan pada tempo dulu. Pada kesempatan ini, mahasiswa dapat mempelajari bagaimana kegiatan pers sangat bermanfaat bagi keberlangsungan negara Indonesia. Peran pers dalam mengkampanyekan nilai-nilai kenegaraan secara luas ke pelosok negeri sehingga kepedulian dan kecintaan terhadap Tanah Air dimiliki oleh setiap masyarakat.

Setelah memahami keunggulan pers sebagai media komunikasi massa, kunjungan berlanjut ke Lokananta Records yang merupakan perusahaan rekaman musik pertama dan satu-satunya milik negara. Di lokasi kunjungan ini, mahasiswa diajak untuk menikmati fasilitas yang tersedia seperti ruang akustik, ruang produksi dan ruang piringan hitam yang menjadi keunggulan Perusahaan Milik Negara yang menjadi cabang dari Perum Percetakan Negara Republik Indonesia ini. H. Pendi Heriyadi, S.E selaku Pimpinan Lokananta menyatakan bahwa Lokananta merupakan aset negara yang harus terus dipelihara dan dimanfaatkan secara luas sehingga dapat menunjang keunggulan musik nasional. “Arsip dan dokumen yang disimpan di Lokananta sangat berarti bagi asset kenegaraan. Salah satunya adalah menjadi bukti nyata bagi kepemilikan lagu-lagu asli Indonesia sebagai produk budaya lokal yang perlu dilestarikan sebagai identitas negara kita sehingga tidak dengan semena-mena diakui oleh negara lain,” jelasnya.

Di dalam ruang studio akustik yang keunggulan kualitasnya hanya dimiliki Lokananta selain di Abbey Road London, peserta kunjungan diajak untuk menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3 Stanza yang baru saja diproduksi Lokananta. Kesempurnaan musik yang tercipta mampu mengundang kekaguman para mahasiswa sehingga meningkatkan rasa bangga sebagai generasi muda Indonesia.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Andri Prasetyo Yuwono, M.I.Kom. menyatakan bahwa kunjungan serupa akan rutin dilaksanakan untuk menunjang kompetensi mahasiswa. Pengenalan sejarah  melalui arsip-arsip yang ada, akan memperluas wawasan yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa komunikasi, termasuk wawasan bagaimana perkembangan informasi perihal jurnalistik dari masa ke masa. “Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan kepada seluruh mahasiswa untuk lebih dalam meneliti media massa di Indonesia dari berbagai perspektif, serta memprediksikan jurnalistik di masa depan” ungkap Andri Prasetyo.