Sekjen Kemenristekdikti Serahkan SK Prodi Baru MTI kepada UTY

Rektor UTY menerima SK Prodi Baru MTI, dari Sekjen Kemenristekdikti

Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof. Ainun Na’im, PhD menyerahkan Surat Keputusan Program Studi (Prodi) baru Magister Teknologi Informasi (MTI) kepada Rektor Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) Dr. Bambang Moertono Setiawan, MM., Akt., CA.  Penyerahan SK tersebut dilakukan di Kantor Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Sabtu 28 April 2018. Hadir mendampingi penyerahan tersebut Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta, Dr. Ir. Bambang Supriyadi, dan Ketua Yayasan Dharma Bhakti Ilmu Pengetahuan yang menaungi UTY selama ini, Dr. Hj Zulhawati, MM.  

Ketua Yayasan Darma Bhakti Ilmu Pengetahuan (kiri), Rektor UTY (no 2 dari kiri), Sekjen Kemenristekdikti (3 dari kiri), Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta (paling kanan)

Dalam sambutannya Koordinator Kopertis Wilayah V Yogyakarta Dr. Ir. Bambang Supriyadi mengatakan “penyerahan SK Prodi Baru UTY kali ini sangat istimewa. Karena biasanya, penyerahan SK Prodi baru dilakukan oleh Koordinator Kopertis atau Staff Koordinator Kopertis. Namun kali ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Republik Indonesia”. Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada UTY yang telah berhasil menambah Prodi Magister Teknologi Informasi. Menurutnya di era teknologi informasi yang berkembang pesat ini, Indonesia masih banyak membutuhkan lulusan-lulusan Teknologi Informasi tingkat lanjut.  

Mengawali sambutannya, Prof. Ainun Na’im, juga mengucapkan selamat dan mengapresiasi atas keberhasilan UTY mengembangkan prodi Strata Dua-nya, dengan pembukaan Prodi MTI. Ia berharap, ke depan melalui prodi tersebut akan dihasilkan lulusan-lulusan yang dapat memasuki dunia profesional bidang informatika, serta dapat memberikan sumbangsih kepada kemajuan bangsa dan negara. 

Prof Ainun Na'im sedang memberikan ceramah

Dalam kesempatan itu, Prof Ainun Na’im menyampaikan informasi perkembangan terkini di Kemenristekdikti. Termasuk, saat ini sedang ramai terjadi diskusi publik di media masa dan media sosial terkait kebijakan baru Kemenristekdikti. Ada yang optimis, dan ada pula yang pesimis, ungkapnya. Diantaranya, kebijakan tentang perubahan Kopertis menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Ia meyakinkan bahwa tidak ada perubahan, kecuali untuk perbaikan dan peningkatan. Untuk itu Kemenristekdikti minta dukungan dari Perguruan Tinggi Swasta (PTS), PTN dan masyarakat, pintanya. Ia menjelaskan dengan perubahan tersebut, menjadikan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 Dikti) memiliki kewenangan lebih banyak. Sehingga pelayanan menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih berkualitas.

Sementara itu, Bambang Moertono menyampaikan, pembukaan prodi baru MTI tersebut  tidak lepas dari tuntutan pasar tenaga kerja yang sangat membutuhkan skil lulusan yang lebih spesifik di bidang teknologi informasi. Hadirnya Program Studi MTI ini, menyusul Program Magister Manajemen UTY yang sudah memperoleh akreditasi A, serta Program S3 Manajemen Bisnis.  “Kami tetap akan mempertahankan kualitas pendidikan di UTY, dengan meningkatkan kualifikasi dosen dan meningkatkan saran prasarana perkuliahan” tambah Bambang Moertono.